oleh

Lulusan S2 Undana Rony Menge Bertani Jeruk Keprok

-Daerah, TTS-1.542 views

RADARNTT, Soe – Lulusan S2 Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Ludgerus Deru Yosni Menge ,S.Pd.,M.Si, yang akrab disapa Rony Menge pemuda asal Desa Kuanfatu, kecamatan Kuanfatu, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang lebih memilih menjadi petani kembangkan jeruk keprok Soe.

Rony Menge, di lahan miliknya pribadi seluas 2000 Meter persegi bertani dengan menanam jeruk keprok.

“Dulu TTS terkenal dengan jeruk keprok, tapi dengan berjalannya waktu, jeruk keprok di TTS hampir hilang dari peredaran,” ungkapnya.

Menurut lulusan S1 FKIP Biologi UKAW Kupang ini, masalah utama dari pengembangan jeruk keprok di TTS dikarenakan banyak kaum muda atau generasi penerus sudah tidak punya jiwa bertani.

“Banyak anak muda yang merantau keluar daerah. Sedangkan kaum muda yang ada di TTS juga hanya sedikit saja yang mau kembangkan jeruk ini,” jelasnya.

Salah satu dorongan yang membuatnya mengembangkan jeruk keprok ini adalah karena dirinya termotivasi dengan anggota DPR RI Dapil NTT, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) yang sangat sering mempromosikan jeruk keprok khususnya yang dari Soe di dalam parlemen.

“Saya sering melihat kaka Ansy Lema selalu memperjuangkan pengembangan jeruk keprok Soe ini dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Pertanian. Hal inilah yang mendorong saya sebagai anak muda yang berasal dari TTS untuk segera menangkap peluang ini,” ujarnya.

Rony yang juga lulusan S2 Ilmu Lingkungan Undana sangat mengharapkan agar teman-teman sesama kaum muda untuk jeli dan peka melihat peluang dan memanfaatkan lahan yang ada di kampung sendiri.

“Kita sudah punya wakil rakyat yang dengan gigih membuka akses buat kita. Sekarang tinggal kepekaan kita sebagai kaum muda untuk menangkap peluang ini,” ujarnya.

Rencananya kedepan dirinya akan mengembangkan lagi sampai ribuan pohon.

“Kemarin saya dapat bantuan bibit dari kaka Ansy Lema sekitar kurang lebih 50-an pohon dari 120 pohon yang saya lagi kembangkan,” paparnya.

Tak lupa, Rony juga menginginkan agar pemerintah daerah khususnya Pemda TTS agar dapat mendata kaum muda produktif agar dapat memberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi.

“Alangkah baiknya Pemda bisa mendata dan memberikan apresiasi berupa bantuan. Hal positifnya agar kaum muda yang lain dapat tergerak buat bertani dan memanfaatkan lahan tidur di kampung sendiri,” tutupnya. (DN/RN)

Komentar