oleh

Manajemen RSUD SK Lerrik Sediakan Ruangan untuk Laboratorium qPCR

RADARNTT, Kupang – Tim Tes Massal Forum Academia NTT (FAN) diundang untuk melihat ruangan yang bakal didesain menjadi laboratorium Biomolekuler qPCR di RSUD SK Lerrik Kota Kupang, Jumat (26/6/2020) pagi.

Anggota Tim Dr.Fima Inabuy dan Dominggus Elcid Li PhD diajak oleh Direktur RSUD SK Lerrik, dr.Marsiana Halek, untuk memeriksa beberapa ruangan di gedung bagian belakang bekas ruang radiologi yang akan direnovasi menjadi Laboratorium Biomolekuler berbasis qPCR yang memungkinkan untuk melakukan Tes Swab Massal dan Murah dengan menggunakan qPCR.

Setidaknya ada tiga ruangan berukuran 5 x 5 meter yang akan digunakan sebagai laboratorium, namun masih akan didesain dan digambar oleh Tim FAN untuk renovasi seperlunya seperti ventilasi kaca, kamar mandi, kamar ganti, ruangan peralatan laboratorium, dan lain-lain. “Model laboratorium yang didesain masih harus mendapatkan supervisi dari tim IPCN RSUD SK Lerrik, kebetulan hari ini pejabat yang menangani sedang tidak di tempat, sehingga kami perlu bertemu di lain waktu,” kata Fima Inabuy.

Dr.Fima Inabuy memeriksa ruangan

Pada kesempatan itu, Dr.Fima Inabuy menyampaikan terima kasih kepada Direktur RSUD yang sudah bersedia memberikan tempat untuk dijadikan laboratorium, “Terima kasih dan apresiasi kepada manajemen RSUD SK Lerrik yang sudah berkenan memberikan tempat untuk ruang laboratorium Biomolekuler qPCR,” kata pakar biomolekuler lulusan Washington State University, AS.

Fima Inabuy menjelaskan bahwa tes swab massal dan cepat sangat penting untuk mendeteksi virus, agar bisa memetakan kasus dan mendapatkan penanganan medis yang memadai. Karena sampai saat ini banyak OTG yang tidak bisa dideteksi pada 10 hari pertama terpapar virus jika hanya mengandalkan Rapid Test, sebab antibodi baru terbentuk setelah 10-21 hari. Makanya untuk mengantisipasi 10 hari pertama yang sangat menular ini, kita perlu alat ukur yang memadai, dan itu hanya bisa dilakukan dengan tes massal dengan menggunakan qPCR, yang memungkinkan kita untuk melakukan tes swab massal dan lebih murah untuk mendapatkan hasil.

Untuk itu, pihaknya juga akan mengagendakan dialog langsung dengan Komisi IV DPRD Kota Kupang untuk menjelasan tentang maksud dan tujuan serta manfaat pembuatan laboratorium Biomolekuler qPCR. “Agar sama-sama punya satu pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan massal bagi masyarakat Kota Kupang yang saat ini punya kasus transmisi lokal tertinggi di NTT,” jelas Fima Inabuy.

Menurut Fima Inabuy cara terbaik untuk masyarakat berdamai dengan virus dan menjalankan tatanan hidup baru atau new normal harus dimulai dengan tes kondisi kesehatan masyarakat. “Melalui tes massal begitu kita punya ukuran yang jelas bahwa masyarakat kita sedang sehat atau sakit. Karena dengan mengetahui kondisi itu maka kita meberikan perlakuan medis yang berbeda terhadap yang sakit dan sehat,” kata Fima.

Elcid Li memeriksa ruangan

Pada tempat yang sama, Dominggus Elcid Li, salah satu Moderator Forum Academia NTT menjelaskan bahwa cukup banyak pihak yang siap memberikan dukungan untuk kehadiran laboratorium dan segera melakukan tes massal kepada warga. “Ada banyak teman-teman baik pengusaha maupun profesional yang bersedia membantu agar laboratorium untuk melakukan pemeriksaan massal dan cepat,” imbuhnya.

Menurut Elcid Li jika dikerjakan secara spartan, waktu yang dibutuhkan paling lama dua pekan sudah bisa selesai renovasi ruangan dan segera dapat digunakan untuk memeriksa hasil tes swab massal kepada masyarakat Kota Kupang. “Pemerintah Kota perlu bekerja keras untuk menghadirkan tes massal dan murah,” katanya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan