oleh

Masyarakat Awasi Aliran Dana Korupsi Bansos Covid-19 untuk Kepentingan Pilkada Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Juru Bicara (Jubir) tim pemengan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Victor Madur atau Deno-Madur (DM), Agus Kabur melalui pers rilisnya, Selasa (8/12/2020), mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aliran dana hasil korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Manggarai Rabu, 9 Desember 2020.

Imbuan Jubir tim pemenangan Deno-Madur itu disampaikan pasca penetapan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara sebagai tersangka kasus korupsi dana Bansos Covid-19 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Minggu, 6 Dessember 2020.

Sejumlah pihak menuduga bahwa uang haram hasil korupsi yang dilakukan oleh Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan itu akan digunakan untuk kepentingan untuk memuluskan kepentingan politik sejumlah Paslon Pilkada yang diusung oleh partai banteng dalam penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020.

Seperti dilansir VoxNtt.com 6 Desember 2020, diduga sebagian uang haram itu dialirkan untuk kepentingan salah satu paslon Pilkada yang diusung partai banteng di Manggarai Barat (Mabar). Disebutkan bahwa sebelum ditetapkanya Juliari P. Batubara sebagai tersangka korupsi Bansos Covid-19, rombongan Kemensos pernah mengunjungi daerah pariwisata Super Premium Labuan Bajo, untuk membagi-bagikan sembako sejumlah bantuan sosial lainnya.

Ratusan orang rombongan Kemensos saat itu, mendatangi Labuan Bajo menggunakan pesawat udara secara bertahap. Rombongan tersebut juga ditengarai membawa serta beberapa politisi PDIP untuk membantu memenangkan Pilkada Mabar. Terkait hal itu, Jubir tim pemenangan Paslon Deno-Madur di Pilkada Manggarai, menginstruksikan sejumlah elemen masyrakat untuk mewaspadai aliran dana haram tersebut.

“Diinstruksikan kepada segenap elemen pendukung dan dihimbau juga kepada segenap masyarakat yang berhati suci untuk awas dan bersama-sama melawan virus tersebut hingga mulai detik ini hingga tanggal 9 Desember 2020,” jelas Agus Kabur.

Pejabat fungsionaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai itu menduga dana haram hasil korupsi Bansos Covid-19 oleh Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan kemungkinan akan dialirkan untuk kepentingan Paslon yang diusung Partai banteng di Pilkada Manggarai, “Jika benar dana Korupsi Bansos itu dialirkan dialirkan untuk kepentingan Pilkada Manggarai maka bukan tidak mungkin dana itu akan beredar dan berdampak pada perose pemilihan kepala daerah di kabupaten manggarai ini,” jelas Agus Kabur.

“Maka demi terselenggarannya Pilkada yang bersih maka tim pemenangan Deno-Madur tentu berharap agar selain pihak penyelenggara Pilkada, masyrakat juga kita harapkan untuk ikut berpartisipasi mengawasi aliran dana itu. Mensos itu adalah wakil bendahara PDIP, menjadi tersangka korupsi setelah kurang lebih satu minggu Dia minggu mendatangi Manggarai Barat dalam kampanye Pilkda. Ada apa? Ini patut kita curigai,” terang Agus Kabur.

Mencermati dinamika dan fenomena Pilkada Bupati dan Wakil Bupati di Manggarai Barat telah diwarnai dugaan atau indikasi penggunaan uang hasil korupsi yang diduga dilakukan oleh fungsionaris partai tertentu untuk kepentingan konstituennya mewajibkan kita untuk menduga uang haram tersebut akan digunakan untuk kepentingan politik calon/paslon tertentu di Manggarai. Akan ada virus yang lebih berbahaya dari virus Corona yang memporak-porandakan hati nurani hati nurani wajib pilih di Kabupaten Manggarai yang diduga berasal dari partai tertentu itu. Ia tidak bisa dilawan dengan jaga jarak cuci tangan dan pakai masker ia harus dilawan secara luar biasa dengan menetapkan Manggarai status awas,” tegas Jubir DM itu. (AJ/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan