oleh

Masyarakat Dusun Manggis Patungan Bangun Jalan Menuju Sumber Air

RADARNTT, Baa – Sejak dulu kala masyarakat dusun Manggis, desa Oenitas, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT mengalami kekurangan air bersih, harus berjalan sejauh tiga kilometer menyusuri jalan tanah demi mendapatkan air bersih. Untuk antisipasi jalan licin saat musim hujan, masyarakat patungan membangunan jalan menuju sumber air.

Demikian disampaikan Peter Lenggu salah satu warga setempat kepada media belum lama ini.

“Daerah kami sejak dulu kala tidak ada sumber air, sudah sejak jaman Belanda. Terpaksa kami masyarakat dusun Manggis harus patungan membangun jalan menuju sumber air yang jaraknya kurang lebih tiga kilometer,” kata Lenggu.

Ia menambahkan, setiap kali ada pemilihan kepala daerah janjinya manis-manis, sampai sekarang selalu dijanjikan. Menurutnya janji itu sudah sejak jaman Presiden Soekarno tapi tidak ada yang menepati janjinya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dani Lifu salah satu warga yang ditemui di lokasi sumber mata air Sanggi, Ia mengatakan dusun Manggis, Desa Oenitas sudah sejak dulu mengalami kekeringan.

“Mata air ini bernama mata air Sanggi, mata air ini sudah sejak jaman nenek moyang kami, tapi airnya terasa asin, kami sudah minta sumur bor dari dana desa namun belum terjawab;” ungkapnya.

Lanjut Lifu, mengingat musim hujan tiba maka masyarakat sulit masuk ke sumber air untuk mengambil air karena jalannya berlumpur. Insiatif semua masyarakat mereka patungan untuk membangun jalan perkerasan menuju sumber mata air Sanggi.

Sementara, Kepala Dusun Manggis, Zadrak Feoh ketika ditemui di kediamannya Sabtu, (7/11/2020), menjelaskan, Ia bersama masyarakat dusunnya patungan membangun jalan menuju sumber mata air Sanggi, mengingat musim hujan tiba jalan akan berlumpur.

Ia mengatakan, kebetulan ada pembukaan jalan baru menuju dusun tetangga di desa tersebut, dirinya membeli sirtu dari tempat proyek untuk membangun jalan masuk ke sumber mata air Sanggi.

“Kami membeli sirtu sebanyak 30 ret dari sumber proyek untuk membantu bahan bakar exavator yang beroperasi di lokasi proyek tersebut, agar kami dapat sertu dan bisa membagun jalan menuju sumber air kami, satu ret sirtu kami beli dengan 100 ribu rupiah,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan kepala Desa Oenitas Rahelia Nea belum berhasil dikonfirmasi. (TA/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan