oleh

Masyarakat Kota Kupang Cakap Literasi Digital

RDARNTT, Kupang – Membangun budaya literasi masyarakat di era digital saat ini penting dilakukan, demi meningkatkan kecakapan di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan informasi. Agar kita tidak terlindas roda perubahan zaman yang menghadirkan dua sisi, positif dan negatif.

Hal ini mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, melaksanakan Seminar Literasi Digital “Masyarakat Cakap Literasi Digital”.

Seminar dilaksanakan di aula STIKOM Uyelindo Kupang, Selasa (3/3/2020), dihadiri sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi dan perwakilan siswa-siswi SMK di Kota Kupang.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Eduard John Pelt pada pembukaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Kominfo RI yang bersedia datang dan memberikan pencerahan tentang literasi digital di Kota Kupang.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada STIKOM Uyelindo yang telah menjadi tuan rumah terselenggaranya seminar literasi digital ini.

Ia menjelaskan bahwa dalam visi Kota Kupang ada disebutkan dua kata kunci yang berhubungan langsung dengan literasi digital, yakni layak huni dan cerdas. Karena itu, kegiatan literasi digital yang digagas Kementerian Kominfo RI ini perlu mendapat dukungan semua pihak.

“Visi pembangunan Kota Kupang adalah terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tata kelola Bebas KKN. Ada dua kata kunci, yakni layak huni dan cerdas. Kata kunci itu ada hubungannya dengan kegiatan hari ini, bahwa untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan dari masyarakat pada umumnya, juga untuk mempersiapkan Kota Kupang ini menjadi kota yang layak huni bagi masyarakat dan bagi para tamu yang mau hadir di kota ini. Kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan karena sangat baik,“ tegas Eduard John Pelt.

Dia juga mengatakan, pengguna perangkat digital di Kota Kupang terus berkembang. Jadi, kegiatan Seminar Literasi Digital sangat berguna terutama agar masyarakat melek dan paham bagaimana menghadapi perkembangan digital. Sebab selalu ada sisi positif tapi juga negatif.

“Ada persoalan positifnya, tapi juga ada negatifnya dari perkembangan digital. Ini bentuk persiapan menghadapi Revolusi 4.0 dan tentu itu harus kita persiapkan dengan baik agar kita bisa mengantisipasi sisi negatifnya, menjadi santun dalam menggunakan berbagai aplikasi di era digital. Dan berharap kegiatan ini membawa manfaat dan dapat diteruskan oleh para peserta, terutama oleh lembaga-lembaga pendidikan,” kata Eduard John Pelt.

Dia juga memenekankan pentingnya peran perguruan tinggi di NTT untuk terus membantu pemerintah menyuarakan hal-hal baik untuk menyadarkan masyarakat. “Sangat baik kegiatan ini dilaksanakan di STIKOM Uyelindo. Perguruan Tiinggi di NTT yang punya nama, khususnya yang berhubungan dengan informatika, sebab itu kami titipkan pada STIKOM mudah-mudahan menjadi corong, membantu kementerian, pemerintah Kota Kupang, untuk melanjutkan hal baik ini, yakni literasi digital,” katanya.

Ketua STIKOM Uyelindo Marinus I. J. Lamabelawa, S.Kom, M.Cs, dalam sambutannya mengharapan agar seminar literasi digital ini dapat menambah wawasan pengetahuan para peserta untuk bisa semakin bijak dalam menghadapi tantangan di era digital.

“Bagi kami hal digital ini sudah menjadi darah daging kami. Tapi tentu saja kami berharap seminar literasi digital ini bisa menambah wawasan kita semua, terutama adik-adik peserta sehingga kita bisa secara bijak menghadapi Revolusi 4.0,” kata Lamabelawa.

Seminar dilakukan dalam bentuk panel yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Layanan e–Government pada Dinas Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, dengan pemateri Sekretaris Diskominfo Kota Kupang, M. Alan Y. Girsang, Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch dan Bagio Prihartono, Kepala Seksi Penerapan Literasi Digital pada Kementerian Kominfo RI. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan