oleh

Meriana Anak Petani Asal Loli, Sukses Raih Gelar Magister dari IPB

RADARNTT, Waikabubak– Meriana Ina Kii lahir di Kampung Toni Jawa, 23 Maret 1994, satu-satunya anak petani asal Kampung Toni Jawa, Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, sukses meraih gelar Magister di Institut Pertanian Bogor (IPB), jurusan Ilmu Iklim Klimatologi Terapan dengan predikat kelulusan sangat memuaskan.

Meriana Ina Kii mengikuti wisuda secara virtual (Online) dari rumah kediamannya di dampingi kedua orang tuanya, Rabu (30/9/2020).

Meriana Ina Kii merupakan putri keempat dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Raga Maru dan ibu Willu Bella.

Ina Kii melanjutkan studi Pascasarjana di IPB bulan September 2017 setelah lulus dari Universitas Nusa Cendana alihan STKIP Weetebula bulan Pebruari 2017 lalu.

Meskipun Meriana wisuda hanya secara virtual, namun Meriana bersama kedua orang tua dan keluarga besarnya sangat merasa senang dan gembira bercampur rasa haru ketika dikukuhkan menjadi Magister dari IPB.

“Saya sangat merasa senang dan gembira bercampur rasa haru, karena saya terlahir dari orang tua petani sayur, saya bisa melanjutkan pascasarjana dan hari ini orang tua dan keluarga besar saya bisa menyaksikan dan melihat saya wisuda hari ini,” katanya, Rabu (30/9/2020) di kediamannya.

Harapan Meriana ke depan, dirinya bisa membahagiakan kedua orang tua dan keluarga serta menjadi motivasi bagi anak-anak khususnya di kampung Toni Jawa.

“Saya berharap ke depan agar dapat membahagiakan kedua orang tua saya dan keluarga, dan juga dengan wisudanya saya hari ini menjadi motivasi bagi adik-adik khususnya di kampung Toni Jawa, bahwa sekalipun kita terlahir dari orang tua petani, kita harus tetap semangat dan terus berusaha untuk meraih cita-cita yang kita impikan,” kata Ina Kii sapaannya.

Lebih jauh Meriana menuturkan, awal masuk di Kampus IPB masih ragu, karena semua Mahasiswa semester satu untuk pascasarjana, semuanya masih berstatus uji coba dalam artian apabila IPK semester satu tidak memenuhi target yaitu tiga koma ke atas, akan dinyatakan Drop Out (DO), namun dirinya memenuhi target yaitu 3,4 sehingga bisa melanjutkan studi pascasarjana.

Rato Raga Maru, ayah Meriana Ina Kii, menungkapkan dirinya sangat senang dan bahagia bersama istri mendampingi Meriana saat mengikuti wisuda secara virtual (Online) dengan menggunakan pakaian adat Sumba.

Raga Maru, kepada media mengatakan senang dan bahagia anaknya bisa menyelesaikan studi S2 di IPB.

“Sebagai orang tua saya sangat senang dan bahagia hari ini, karena anak kami Meriana Ina Kii diwisuda hari ini, meskipun wisuda secara online. Meskipun wisuda secara virtual kami sebagai orang tua bersama keluarga besar sangat senang dan bahagia,” ungkapnya.

Raga Maru juga berharap, agar anaknya tetap rendah hati seperti yang sudah berjalan selama ini meskipun gelarnya S2. “Saya berharap, agar anak saya tetap rendah hati seperti yang sudah berjalan selama ini, baik kepada siapa saja,” Imbuhnya.

Saat mengenyam pendidikan Pascasarjana di IPB Meriana juga bekerja sebagai staf di Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia atau Research Center for Climate Change University of Indonesia (RCCC UI). (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan