oleh

‘New Normal’ dan APD untuk Pastor

RADARNTT, Kupang – Deru mesin ‘burung besi’ menggema pagi tadi di langit biru Kota Kupang setelah hampir empat bulan sepi dari penerbangan domestik, menandai era new normal atau tatanan hidup baru di tengah situasi pandemi Corona virus disease 2019 atau Covid-19. Aktivitas kantor pemerintah, swasta, pusat perbelanjaan dan penerbangan domestik mulai dibuka hari ini, Senin, 15 Juni 2020 di provinsi Nusa Tenggara Timur dalam tuntunan ketat protokol kesehatan.

Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan antisipatif di dalam situasi ini, karena kasus penularan masih terjadi dan ada kasus transmisi lokal tertinggi di Kota Kupang serta belum ditemukannya anti virus. Sehingga edukasi masyarakat dan penyediaan fasilitas kesehatan sesuai protokol kesehatan menjadi penting untuk dilakukan oleh semua pihak, untuk pribadi maupun umum.

Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan dalam melakukan pelayanan kepada umat, saat misa/ibadah di Gereja maupun melayani orang sakit dan pemakaman jenazah sesuai protokol Covid-19 oleh para Pastor, maka Komunitas Delapan Karsa dan Bless Voice telah menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) baju Hazmat kepada Paroki Santa Maria Assumpta (5pc), Paroki Santu Yosef Pekerja Penfui (3pc) dan Kuasi Paroki Santu Petrus Rasul Tuak Daun Merah (TDM) sebanyak 2pc.

Penyerahan APD baju Hazmat dilakukan pada Sabtu, (13/6/2020) oleh Ketua Komunitas Delapan Karsa, Aldry Dalton Ndolu bersama Ketua Bless Voice, Rafael Djami ditemani sejumlah anggota komunitas. Di Paroki Assumpta diterima langsung Pastor Paroki Romo Rudy Tjung Lake, Pr, dan Paroki Santu Yosef Pekerja Penfui diterima oleh Pastor Paroki Romo Krispinus Saku, Pr, sedangkan Kuasi Paroki Santu Petrus Rasul TDM diterima Romo Enos Dau, Pr, pada hari Minggu (14/6/2020).

Romo Krispinus Saku, Pr pada kesempatan itu menyatakan sangat bersyukur bahkan tidak menyangka bahwa Komunitas Delapan Karsa dan Bless Voice mempunyai kepedulian yang nyata terhadap para Imam. Dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan perhatian dari PMKIT dan Yayasan Anak BBM.

“Kami sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Komunitas Delapan Karsa dan Bless Voice, dan kerja sama dari PMKIT dan Yayasan Anak BBM,” tutur Kris Saku. Demikian hal yang sama juga disampaikan oleh Romo Rudy dan Enos.

Ketua Komunitas Delapan Karsa Aldy Ndolu sekaligus juga mewakili Bless Voice saat penyerahan APD baju Hazmat kepada para Pastor mengatakan bahwa ini masalah kemanusian, sehingga Covid-19 ini, menjadi masalah bersama semua elemen masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Sehingga kami dari komunitas Delapan Karsa dan Vocal Grup Bless Voice menjadi penyalur utama dari PMKIT DPD Sulawesi Selatan dalam penyaluran APD untuk para medis dan para pemimpin agama di NTT. Kami juga sdh menyalurkan APD ke semua kabupaten/kota di NTT.

“Semoga APD bisa digunakan saat misa dan mendoakan orang sakit atau misa duka sesuai protap pemerintah dan keuskupan,” tutur Aldy Ndolu yang juga sebagai Ketua Pembina OMK Wilayah Kayu Putih Paroki Santa Maria Assumpta.

Untuk diketahui, penyaluran APD ini berkat dukungan dan kerja sama dari Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur (PMKIT) dan Yayasan Anak Bangsa Berakhlak Mulia (Yayasan Anak BBM) yang keduanya bermarkas di Makassar Sulawesi Selatan. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan