oleh

Paket Firman Maju Jalur Independen di Pilkada Ngada

RADARNTT, Bajawa – Jelang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ngada yang akan digelar pada 23 September 2020 mendatang, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada yang maju melalui jalur independen sudah mendaftarkan diri di KPU Ngada. Kamis, (20/2/2020).

Berdasarkan pengamatan awak media ini di KPU Kabupaten Ngada Paket Firman yakni Wilfridus Muga SE. M.Pd dan Drs. Hermanus Say sudah menyerahkan berkas sebanyak 20 Kardus berupa 13.174 KTP pendukung.

Bertempat disekretariat Paket Firman, awak media Ngada diberikan kesempatan untuk memberikan sejumlah pertanyaan kepada Paket Firman yang disaksikan secara langsung oleh massa pendukungnya sendiri.

Berikut hasil wawancara bersama Paket Firman.

Warawatan : Lebih memilih Paket independen. Apa kelebihan jalur independen daripada maju melalui jalur partai politik?

Paket Firman : Pilihan kami maju melalui jalur independen karena bagi kami rakyatlah yang menentukan kami. Rakyat harus tahu saat ini kita akan pilih Bupati karena masyarakat juga yang harus menentukan sendiri.

Tambahnya, “kita tidak mau dititipkan lewat orang yang harus dipaksakan rakyat untuk memilih. Kita mau melalui suka rela rakyat bisa menentukan pilihan untuk memilih pimpinan mereka sendiri”.

Wartawan : Apa mimpi Paket Firman kedepan dalam bidang pendidikan. Jika, nanti terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Ngada?

Paket Firman : Kita harus melanjutkan tongkat estafe kepemimpin ini. Sehingga, dari kami Paket Firman untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan skema kami sebagai giat pendidikan bahwa Golewa sudah ada, Soa, Riung, Aimere dan Bajawa kita harus ada. Hal ini agar kita mendongkrak perekononian bisa berjalan dengan baik.

Wartawan : Kita melihat pada pemilihan Bupati di Kabupaten Sikka bahwa calon yang maju dari independen menang sebagai Bupati Sikka. Dalam satu tahun dimasa kepemimpinannya Kabupaten Sikka mengalami banyak perubahan yang sangat luar biasa. Apakah Paket Firman memiliki mimpi yang sama untuk memajukan daerah Ngada ini?

Paket Firman : Pertanyaan ini saya tidak bisa menjawab secara retorika tetapi masyarakat sudah melihat kita berbuat dan teruji. “Ini saya lakukan bukan karena mau maju jadi Bupati melainkan saya lakukan sebelum ada niat maju sebagai calon Bupati,” tegas Wilfridus Muga.

Wartawan : Mayoritas publik atau tingkat kepercayaan publik kepada lembaga politik menurun drastis. salah satu faktor banyaknya kader partai politik yang terjerat kasus korupsi. Apakah ini menjadi alasan Paket Firman lebih memilih jalur independen?

Paket Firman : Ini merupakan salah satu cita-cita sebagai pemerintah yang bersih. Doakan kami jika terpilih akan kami ciptakan pemerintah yang bersih karena semangat kita harus ciptakan pemerintah yang bersih agar tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah terus membaik.

“Jika terpilih, kapan dan dimana pun masyarakat bisa berikan nasehat jika langkah kami kedepan salah. Ungkap Paket Firman,” imbuh Wilfridus Muga.

Untuk diketahui bahwa dalam Pilkada Ngada sudah dua paket jalur independen yang mendaftarkan diri di KPU Ngada yakni Paket Firman dan sebelumnya Paket DOA. Hingga kini KPU Ngada sedang melakukan verifikasi berkas pendukung. (FX/RN)

Komentar