oleh

Partai Golkar Survei 11 Figur Potensial di Pilkada Manggarai Barat

-Daerah, Mabar-2.182 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I partai Golkar Provinsi NTT akan melakukan survei terhadap 11 figur bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten Manggarai Barat (Mabar), yang akan bertarung pada pilkada serentak September 2020 mendatang.

Ketua DPD I Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang diwawancarai media ini, mengatakan bakal calon kepala daerah Kabupaten Mabar yang telah mendaftar di Partai Golkar akan disurvei bulan depan, sesuai mekanisme Partai Golkar.

“Rencananya survei dimulai pada bulan depan”, kata Melky kepada RadarNTT melalui pesan whatsapp, Senin (10/2/2020).

Dikatakan Melky, sejumlah figur potensial Kabupaten Manggarai Barat yang mendaftar di partai Golkar ialah Matheus Hamsi, Maria Geong, Blasius Jeraman, Stanislaus Stan, Martinus Darmosno Dogon, Hajenang, Maximilianus Adipati Pari, Anselmus Jebarus, Marselinus Asmat, Paulina Jenia dan Thobias Wanus.

Menurut pengamat politik asal Manggarai di Jakarta Maximus Ramses Lalongkoe Pilkada Mabar menjadi kian seksi karena daerah itu menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat indah yang digadang-gadang akan dijadikan destinasi super premium oleh pemerintahan Jokowi-Amin.

Ia menekankan agar pemimpin Mabar ke depan harus paham betul bagaimana mengelola pariwisata yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Dia (pemimpin) sosok yang kaya gagasan dan punya kemampuan mengeksekusi kebijakannya. Kata Lalongkoe, pemimpin harus menguasai benar strategi kepariwisataan dan mampu mensinkronikasikan antara pariwisata dengan sektor lainnya seperti pertanian, perkebunan, peternakan sehingga jalan berbarengan.

“Pilkada 2020 menjadi sangat strategis untuk diperjuangkan secara serius oleh masyarakat dan para politisi di daerah itu, agar bisa memanfaatkan momentum yang ada saat ini tentang pariwisata premium,” kata Lalongkoe via seluler Senin, (10/2/2020) malam.

Dia berharap para politisi yang ikut kontestasi Pilkada Mabar 2020 agar punya visi yang jelas dan punya keberpihakan membangun pariwisata berbasis kerakyatan, dengan mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan lainnya.

“Mabar itu sudah menjadi daerah rebutan banyak pihak maka pemimpin Mabar harus punya metode khusus jangan sampai rakyat Mabar sendiri termarjinalkan tapi didorong menjadi pihak utama dalam kemajuan tersebut,” tegas Lalongkoe. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan