oleh

PAUD Via Dolorosa Tulun Tuan Disupervisi

-Daerah, TTS-631 views

RADARNTT, Soe – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Via Dolorosa Tulun Tuan Desa Pili, Kecamatan Kie mendapat supervisi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Selasa, (21/7/2020).

Kabid Pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten TTS, Yosua Onisimus Kause, dalam arahannya saat melakukan supervisi menyampaikan terima kasih kepada ibu dokter Octavia Nuban, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat karena memberikan dukungan positif bagi keberadaan PAUD di kampung ini.

“Saya menyampaikan permohonan maaf karena seharusnya bapak kepala dinas yang hadir namun ada urusan penting di Kupang hari ini sehingga saya dan teman-teman mewakili beliau,” ungkapnya.

Dia terharu karena tidak membayangkan tempat ini ada sekolah seperti ini. Setelah melihat semua kriteria sekolah ini dianggap layak karena disini ada semangat untuk mengabdi bagi generasi penerus dan semangat untuk membangun. Anak-anak merupakan titipan Tuhan, maka harus dibimbing dengan hati karena PAUD itu bukan pendidikan formal sehingga anak-anak masih harus bermain yakni bermain sambil belajar bukan belajar sambil bermain.

Selain itu, Kabid Pendidikan Non Formal ini berjanji bahwa dalam beberapa hari kedepan izin operasional sekolah ini akan diserahkan langsung oleh bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten TTS.

Dia menjelaskan bahwa hingga saat ini, PAUD di TTS sudah mencapai 800 lebih. Lambaga PAUD harus murni lahir dari orang-orang pengabdi. Ditegaskan Kabid bahwa kalau pakai nilai maka sekolah ini mencapai nilai sangat memuaskan karena sudah memiliki alat permainan anak-anak yang lengkap.

“Saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak sampai satu minggu lagi izin operasionalnya. Saat ini juga selaku kabid pendidikan paud dan non formal, mau tegaskan bahwa dana desa ada sedikit peruntukkannya bagi pendidikan PAUD sehingga diharapkan dapat membantu sekolah ini,” tutupnya.

Kepala Desa Pili yang diwakili Kepala Urusan Pemerintahan, Melianus Nubatonis, juga mengatakan bahwa, semua ini dapat berjalan karena adanya kebersamaan. Kami dari pemerintah desa mendukung setelah hari ini ada pengesahan dari dinas.

“Saya mau katakan bahwa dari pemerintah desa pernah buka PAUD tapi karena tidak ada pendidik atau guru maka ditutup. Kami anggap PAUD ini penting karena tanpa pendidikan dasar yang baik tidak mungkin mencapai sarjana,” tuturnya.

Sementara Drg. Octavia Seolbita Nuban, mengungkapkan bahwa peristiwa hari itu merupakan sesuatu yang luar biasa karena dari dinas sudah berjanji untuk memberikan izin operasional dalam beberapa hari ke depan.

Sedangkan Alexander Nuban, yang mewakili ke empat suku di kampung Tulun yakni Nuban, Tabun, Natonis dan Liunesi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang tidak tutup mata dengan kampung ini sehingga setelah melihat sekolah ini berjanji untuk mengeluarkan izin operasional dalam satu minggu ke depan dan akan diserahkan langsung oleh kepala dinas. (AB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan