oleh

Pemudik Datang dari Wilayah Terpapar Banjiri Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Manggarai merilis data ada seribu lebih pemudik yang datang dari wilayah terpapar masuk ke daerah itu.

Melalui pesan rilis yang diterima media ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Manggarai Lodovikus D. Moa, menjelaskan hingga hari ini, (Sabtu,11/4/2020) total pemudik yang datang dari daerah terpapar berjumlah 1.534 orang.

“Dari total itu tersebar di 12 kecamatan di kabupaten Manggarai,” kata Lodovikus.

Dikatakan Lodovikus, data sebaran pemudik yang ada diperoleh dari hasil pencatatan dan pelaporan sesuai format standar oleh petugas ditingkat RT/RW, Dusun, Desa, dan divalidasi di tingkat kecamatan.

Lodovikus juga menjelaskan, data sebaran pemudik lainnya diperoleh dari laporan Tim Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai terkait kedatangan pemudik yang melalui beberapa pintu masuk seperti Posko Perbatasan, Terminal, Bandara, dan Pelabuhan Laut.

“Dari semua data yang mereka dapatkan selanjutnya diteruskan ke Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Manggarai,” jelas Lodovikus.

Berikut data sebaran pemudik yang tersebar di 12 kecamatan di kabupaten Manggarai yang diterima media ini.

Kecamatan Langke Rembong 261 Orang
Kecamatan Satar Mese 217 Orang
Kecamatan Satar Mese Utara 131 Orang
Kecamatan Satar Mese Barat 64 Orang
Kecamatan Ruteng 156 Orang
Kecamatan Lelak 37 Orang
Kecamatan Rahong Utara 69 Orang
Kecamatan Cibal 164 Orang
Kecamatan Cibal Barat 113 Orang
Kecamatan Reok 87 Orang
Kecamatan Reok Barat 40 Orang
Kecamatan Wae Rii 159 Orang

“Untuk 36 orang pemudik lainnya masih divalidasi ulang sesuai alamat domisili mereka,” jelas Lodovikus lagi.

Lodovikus berharap bagi warga yang datang dari daerah terpapar yang hingga saat ini belum terdata diminta untuk segera melaporkan diri ke RT/RW, Desa atau ke petugas kesehatan terdekat.

Dan untuk warga yang sudah terdata, lanjutnya, telah dilakukan edukasi untuk mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing, tetap berada di rumah selama masa karantina, dianjurkan jaga jarak fisik aman dua meter, selalu menggunakan masker, pola hidup sehat, hindari kerumunan, jangan bertamu, selalu cuci tangan dan mematuhi setiap protokol pencegahan penularan Covid-19 di desa maupun di kecamatan.

“Apabila dalam masa Isolasi selama 14 hari, terdapat keluhan atau masalah kesehatan, segera datangi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau melaporkan ke Tim Gugus Tugas C19,” tutup Lodovikus. (AJ/RN))

Komentar

Jangan Lewatkan