oleh

Penguatan Ekonomi Perempuan sesuai Protokol Kesehatan di Masa New Normal

RADARNTT, Kupang – Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan anjuran bekerja, beribadah dan belajar dari rumah yang diikuti dengan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19 yang diberlakukan di beberapa zona merah sejak bulan Maret 2020.

Pada situasi  ketika adanya himbauan Bekerja dari Rumah (Working from Home,) atau tinggal di rumah saja (stay at home) telah menimbulkan berbagai masalah baru seperti Kekerasan fisik maupun psikologi akibat beban hidup yang demikian berat. Salah satu kelompok yang rentan mengalami kekerasan adalah perempuan. Kondisi ini dapat bertambah parah bila dibarengi dengan kondisi ekonomi keluarga yang tidak menentu, kehilangan mata pencaharian, tidak terjualnya semua hasil usaha produksi yang dihasilkan. Dengan demikian beban ekonomi rumah tangga semakin berat, kebutuhan dasar dalam rumah tangga tidak bisa terpenuhi secara layak.

Sebelum merebaknya banyak kasus positif Covid-19, banyak perubahan yang telah diterobos oleh Bupati Kabupaten Nagekeo dalam 2 tahun masa kepemimpinannya di antaranya; pembenahan pasar Danga di ibukota Kabupaten Nagekeo yang lebih ramah perempuan, ramah lingkungan dan lebih nyaman baik para penjual maupun pengunjung, pengembangan potensi wisata di berbagai spot wisata, menggerakkan semua sektor produksi sebagai basis ekonomi, pengembangan budaya literasi dan lain-lain.  Penggerakan usaha kecil perempuan mendapat ruang, dengan diberinya ruang bagi koperasi-koperasi yang memacu semangat usaha para perempuan di area pasar tradisional dan pasar Danga sebagai langkah awal. Upaya memacu geliat usaha ekonomi masyarakat terhambat ketika badai Covid-19 menimpa dan kebijakan Stay At Home dan Bekerja dari Rumah Saja berlaku mulai Maret 2020 lalu.

Situasi pandemik Covid-19 memberi banyak dampak ekonomi yang meluas baik di tingkat dunia, negara sampai di desa-desa. Bencana kemanusiaan ini adalah bencana pertama yang mengharuskan semua orang berada di rumah, bekerja dari rumah tanpa ada persiapan, pekerjaan apa yang harus dilakukan dari rumah sedangkan faktor produksi sebagian besar berada di luar rumah. Hampir tiga bulan berjalan, roda perekonomian lumpuh total. Pasar-pasar tradisional ditutup. Dampak tersebut dirasakan oleh semua masyarakat tidak memandang kelas sosial. Tentu saja masyarakat di pedesaan akan  merasakan dampak yang sangat besar. Pasar tradisional di mana mereka bisa menjual hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tanggnya harus ditutup tanpa batas waktu yang ditentukan. Banyak hasil produksi mereka yang tidak bisa dijual, buah-buahan dan sayur-sayuran membusuk, hewan-hewan mereka tidak bisa terjual karena tidak ada pembeli yang kebanyakan pembelinya dari luar Kabupaten dan bahkan dari luar pulau. Sebagian hewan peliharaan masyarakat  ikut mati karena wabah penyakit yang menyebar sebelum dan sejalan dengan Covid-19.

Kebijakan New Normal membawa harapan baru bagi komunitas perempuan dan diharapkan bisa kembali mengaktifkan jalur-jalur transportasi baik antar desa, kecamatan, kabupaten maupun antar pulau. Karena para penjual dan kelompok wira usaha kecil maupun menengah perempuan membutuhkan sarana transportasi untuk memobilisasi hasil produksi mereka.

Kebijakan New Normal tentu tidak serta merta dilepaskan begitu saja, mengingat data kasus positif Covid masih terus menanjak naik baik secara nasional, Provinsi maupun di Kabupaten/Kota di Provinsi NTT. Protokol kesehatan sangat penting untuk dipastikan bisa terlaksana secara efektif sehingga situasi pasar tradisional dan area sentra produksi komunitas perempuan bisa lebih ramah, nyaman, bebas dari virus yang mematikan tersebut dan tetap  memperhatikan protokol kesehatan. Karena ketika perempuan sehat kondisi rumah tangga juga akan sehat, ekonomi akan terus bertumbuh, ketahanan keluarga akan terjamin.

Untuk membahas strategi penguatan ekonomi perempuan sesuai protokol kesehatan di masa new normal khusus di Kabupaten Nagekeo, maka DPW Garnita NasDem NTT dan Perkumpulan Wira Usaha Perempuan (DPD PERWIRA) Provinsi NTT menyelenggarakan diskusi virtual.

Ketua DPW Garnita NasDem Provinsi NTT, Kristien S Pati dalam keterangan tertulis menyampaikan, tujuan pelaksanaan diskusi virtual ini antara lain:

Pertama, memberikan dukungan dan perlindungan keamanan dan  kenyamanan terhadap setiap kegiatan usaha kecil maupun menengah komunitas perempuan di berbagai tingkatan di masa New Normal

Kedua, membangkitkan kembali sendi-sendi perekonomian perempuan pasca kebijakan Stay At Home akibat Pendemic Covid 19 di berbagai area pasar lokal dan area usaha kecil lainnya yang dikembangkan komunitas perempuan di Kabupaten Nagekeo

Ketiga, mengaktifkan kembali jalur-jalur perekonomian dan rantai bisnis usaha kecil perempuan antar Desa, antar Kecamatan maupun antar Kabupaten dan antar Pulau

Keempat, memastikan protokol kesehatan yang harus dipatuhi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha ekonomi perempuan di berbagai sektor produksi dan pemasaran

Kristien Pati juga menyebutkan hasil yang ingin dicapai dari diskusi virtual ini adalah:

Pertama, tersedianya komunikasi interaktif dengan komunitas perempuan yang bergerak di sektor-sektor pertanian, usaha kecil sebagai basis ekonomi keluarga dan masyarakat

Kedua, tersedianya informasi yang memadai bagi komunitas perempuan terkait dengan jalur transportasi yang menggerakkan sektor produksi dan pemasaran bagi komunitas perempuan dan masyarakat umum.

Ketiga, tersedianya informasi yang memadai bagi para pelaku usaha perempuan terkait protokol kesehatan di masa New Normal

Nara Sumber yang akan memberikan materi dalam kegiatan diskusi virtual ini adalah :

Bupati Kabupaten Nagekeo, dr.Don Bosco Do dengan topik; Peran Kepala Daerah dalam Menggerakkan Usaha Ekonomi Perempuan dalam sektor Usaha Kecil dan Menengah dalam Masa New Normal  di Kabupaten Nagekeo.

Anggota DRR RI, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat dengan topik; Peran Legislatif dalam mendorong Pemulihan dan Penguatan Ekonomi Perempuan dalam Masa New Normal dengan Memperhatikan  Protokol Kesehatan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT; Ir.Isyak Nuka dengan topik: Kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dalam Menjamin Kepastian Dibukanya Akses Transportasi dalam Menggerakan Sektor Usaha Kecil dan Menengah Perempuan di Lintas Kecamatan, Lintas Kabupaten dan Lintas Pulau dengan Memperhatikan Protokol Kesehatan.

Kristien S Pati, SP, Ketua DPW Garnita NasDem/Ketua DPD Perkumpulan Wira Usaha Kecil Perempuan (DPD PERWIRA) Provinsi NTT/Anggota Komis V DPRD Provinsi NTT dengan topik; Perempuan Terus Bergerak Untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga dan Masyarakat dalam Masa New Normal.

Dan aktivis perempuan Maria M Bhubhu, S.Pd, MM bertindak sebagai Host diskusi virtual yang sedianya dilaksanakan besok Senin, 15 Juni 2020 pukul 14.00 Wita sampai selesai.

Dengan fokus area komunitas perempuan dan masyarakat umum  di Kabupaten Nagekeo.

Diskusi dilakukan Virtual menggunakan Aplikasi TEAMLINK dengan peserta yang di targetkan 150 orang, 80% dari komunitas perempuan dan 20 % dari kelompok pemuda, mahasiswa, akademisi, LSM dan masyarakat umum.

“Semoga Diskusi ini menjadi jembatan komunikasi kita dengan komunitas perempuan dalam menggerakan, mambangkitkan kembali semangat berwirausaha dan sektor-sektor produksi terus berproduksi demi  menjamin ketahanan ekonomi keluraga dan masyarakat di Kabupaten Nagekeo,” tandas Kristien S Pati. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan