oleh

Pengusaha Hotel di Labuan Bajo Keluhkan Aroma BBM SPBU Industri

RADARNTT, Labuan Bajo – Sejumlah pengusaha hotel mengeluhkan keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 5B.865.01 industri yang dekat dengan kawasan permukiman dan hotel di Labuan Bajo, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT.

Pasalnya keberadaan SPBU itu dinilai berdampak negatif bagi penduduk sekitar terutama usaha perhotelan.

Pengusaha hotel Laballe Andre Da Gomez kepada wartawan di Labuan Bajo mengatakan, keberadaan SPBU tersebut menganggu aktivitas bisnis perhotelannya.

“Kami sebagai masyarakat sekitar SPBU ini yang berdampak langsung sangat meresahkan. Para tamu – tamu saya selalu mengeluh uap bahan bakar dari SPBU. Kadang mereka batal menginap,” ujar Andre kepada wartawan. Selasa, (18/2/2020).

Dikatakan Andre, badan jalan yang sempit menuju dan keluar SPBU luasnya hanya tiga meter membuat masyarakat sekitar resah. “Bisingan kendaraan roda dua, roda empat dan saat pengisian BBM membuat jalan macet,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan pengusaha hotel Mbaru Dami Butik Hotel Ruben Samuel, Ia menuturkan keberadaan SPBU tersebut sangat rentan dengan kebakaran. Pasalnya letak SPBU jauh dari jalur hijau.

“Dinding hotel saya perseis berhimpitan dengan SPBU. Sangat berbahaya terhadap keamanan hotel saya,” ujarnya.

Ruben mengatakan pihaknya telah mengadu kepada pemerintah Manggarai Barat. Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat jawaban. Bahkan warga sekitar pernah melakukan aksi protes namun belum ada tindak lanjut.

“Kita telah dua kali layangkan surat pengaduan persisnya tahun 2015 dan tahun 2019. Namun hingga kini belum direspon sama sekali dari pemda,” kata Ruben.

Ruben berharap pemerintah harus ambil langkah tegas terhadap SPBU tersebut. Billa perlu pemerintah segera mengcabut izin SPBU Non Subsidi Gorontalo.

“Saya minta pemerintah mengevaluasi kembali keberadaan SPBU ini. Bila perlu izinnya harus dicabut,” harap Ruben. (TIM/RN)

Komentar