oleh

Pengusaha Hotel Labuan Bajo Apresiasi Langkah Sry Mulyani Bebas Pajak 6 Bulan

-Daerah, Mabar-1.253 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan beberapa kebijakan fiskal yang akan dilakukan pemerintah untuk menggenjot sektor pariwisata yang terkena imbas virus corona. Salah satunya yakni membebaskan pajak restoran dan hotel selama 6 bulan.

Dengan adanya keputusan ini, para pengusaha restoran dan hotel tak akan ditagih pajak selama 6 bulan ke depan. Ini berlaku untuk 10 daerah tempat wisata yakni Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan termasuk Labuan Bajo.

Menyambut kebijakan tersebut pengusaha hotel dan restoran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT mengapresiasi langkah Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Matheus Siagian pemilik hotel Eco Tree O’tel, One Tree Hill, dan restoran Tree Top Labuan Bajo, menyampaikan dirinya sangat mengapresiasi kebijakan Sri Mulyani untuk meniadakan pajak daerah selama enam bulan ke depan.

Menurutnya kebijakan ini membantu pengusaha sektor pariwisata pada musim sepi.

“Kalau bisa pajak saat musim ramai dan pajak saat musim sepi jangan sama. Seperti diketahui kita semua bisnis pariwisata ini bukan bisnis yang stabil sepanjang tahun, saat musim sepi terkadang berat bagi kami untuk menutup ongkos operasional. Karena itu saya mengapresiasi kebijakan ini,” kata Matheus.

Dikatakan Matheus, pembangunan hotel dan restoran oleh para pengusaha dalam menunjang sektor pariwisata Labuan Bajo kian meningkat pada satu tahun terakhir. Namun sayangnya tak diberangi kunjungan wisatawan.

“Tahun ini banyak hotel hotel dan restaurant baru dibuka, namun sayangnya tidak di barengi dengan jumlah wisatawan yang meningkat, malahan tahun ini jumlahnya berkurang,” kata Matheus

Menurutnya, salah satu alasan berkurangnya wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo dikarenakan adanya wacana pemerintah menaikkan tarif masuk ke Pulau Komodo menjadi 1000 dollar. Meski masih sebatas wacana, hal ini memberikan dampak penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang luar biasa.

“Kenapa berkurang salah satunya karena pemerintah mewacanakan kenaikan tarif masuk taman nasional jadi 1000 dollar (baru wacana saja sudah ada effeknya bayangkan kalau benar terjadi), kedua virus corona benar-benar membuat iklim pariwisata kita mati,” kata Matheus

Selain itu, ia juga mengapresiasi pemerintahan Jokowi yang memiliki perhatian yang luar biasa kepada Manggarai Barat, membangun nusantara dengan meningkatkan competitive advantage dunia pariwisata.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia resmi memberikan insentif keringanan pajak bagi pengusaha perhotelan dan restoran di 10 destinasi wisata. Para pengusaha hotel dan restoran di 33 Kabupaten atau Kota akan dibebaskan dari pajak selama 6 bulan, dimulai dari Maret 2020.

Insentif ini diberikan untuk merespons imbas virus Corona atau Covid-19 yang berdampak pada kunjungan wisatawan dari Cina ke Indonesia.

“Kami memberikan juga dukungan untuk daerah-daerah destinasi pariwisata 10 tadi yang terdiri dari 33 Kabupaten Kota, untuk tidak memungut pajak hotel dan restoran selama 6 bulan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/2/2020) lalu. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan