oleh

PHK dari Bali, Pengrajin Patung Hipnotis Kampung Jadi Indah

RADARNTT, Borong – Romanus Harun warga desa Compang Kempo, desa Bangka Kempo kecamatan Rana Mese, kabupaten Manggarai Timur menghipnotis kampungnya menjadi kampung seni.

Setelah kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya di Bali, sejak bulan pebruari lalu, Romanus dan keluarganya pulang kampung dan meneruskan bakatnya dalam usaha bidang seni ukir.

Kepada media ini, Romanus mengatakan dirinya telah menggeluti usaha di bidang seni ukir yang ia beri nama Dita Galeri Primitif semenjak pulang dari Bali bulan pebruari lalu.

Pria yang berusia 31 tahun itu, sangat antusias menyambut kunjungan perdana media ini di kediamannya, Selasa (27/10/2020).

“Kami sekeluarga sangat senang dan bahagia atas kehadiran teman teman media yang turut mendukung dalam mempublikasikan apa yang kami punya,” ungkap Roman bergembira.

Dalam usahanya, Romanus telah menciptakan berbagai karya seni ukir yang berbahan kayu yang tentunya berkualitas.

Hingga saat ini, ia telah menciptakan karya seni ukir yang serba bercorak unik dan antik sebanyak kurang lebih 200 jenis.

“Dari sekian banyak ukiran itu, yang paling banyak adalah ukiran tiang tiang dari kayu yang berukuran 2,5 sampai 3 meter, selain itu, ada juga miror frame (bingkai cermin) patung kecil, tempat buah, lukisan dua dimensi atau gambar timbul dan lain-lain,” ucap Romanus menjelaskan.

Hasil ukiran seniman Romanus juga lebih pada desain yang unik dan antik. Hal ini menurutnya adalah sangat disukai manca negara.

Ukiran Kayu Romanus

“Ukiran-ukiran bercorak antik dan unik ini sangat laku di pasar internasional. Waktu saya di Bali dulu, hasil ukiran saya sering di pesan dari Amerika, beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Italia dan Spanyol, Australia dan juga India,” aku Romanus.

Untuk mewujudkan mimpi memiliki tempat usaha duta galeri pritif, Romanus telah menjual sepeda motor miliknya senilai Rp16 juta sebagai modal awal untuk membeli peralatan kerja.

Dikatakannya, keberadaan tempat usahanya yang super unik itu terkendala oleh fasilitas infrastruktur jalan dari pertigaan masuk di kampung Wae Tegel desa Sita menuju desanya masih menggunakan jalan yang rusak dan terjal.

“Dari pertigaan masuk ke sini, kurang lebih 4 kilometer jalannya masih rusak parah,” ungkap Romanus.

Selain terkendala jalan rusak, juga Romanus mengeluh atas modal yang sangat minim.

Mendukung usaha kecil menengah (UKM), Kepala Desa Bangka Kempo, Antonius Palon  mengatakan kehadiran Romanus memberi warna baru bagi desa yang ia pimpin selama dua periode itu.

Antonius sangat mengapresiasi terhadap usaha yang dimiliki warganya. Tak hanya itu, sebagai pemerintah desa, pihaknya siap untuk mendampingi dan mensupor penyertaan modal terhadap usaha warganya yang kini viral itu.

“Sebagai pemerintah desa, juga kita tetap promosi dan perkenalkan produk UKM milik Romanus di setiap pertemuan lintas pemerintah di Lehong. Pemerintah juga siap memberi modal untuk usaha ini berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.

Kepada media, Kepala Desa Antonius sangat berharap agar pemerintah daerah juga turut memperhatikan dan mendukung usaha milik warganya yang merupakan satu satunya di kecamatan Rana Mese. Kehadiran media dalam memberitakan keunikan desa Bangka Kempo adalah hal yang diharapkannya dalam mempromosi karya anak bangsa.

“Terima kasih kepada teman teman media yang sudah mengambil bagian dalam upaya mempromosi hasil karya anak desa,” tutupnya. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan