oleh

Program PPUD Kemenristek-BRIN Bina Usaha Mebel di Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), Kemenristek-BRIN, melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas usaha mebel untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kota Kupang.

PPPUD merupakan salah satu wujud tridarma perguruan tinggi, selain pendidikan dan penelitian yaitu pengabdian masyarakat. Kepada mebel UD.Gusti Karya di Kota Kupang, program ini dijalankan oleh dosen teknik elektro Fakultas Sains dan Teknologi Undana antara lain Nursalim, ST.,MT, Agustinus S. Sampeallo, ST.,MT, Abdul Wahid, ST.,MT dan Nixson J. Meok.

Ketua Tim pegabdian masyarakat PPPUD, Nursalim, ST., MT kepada media ini, Sabtu (17/10/2020), menyampaikan PPPUD bertujuan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas usaha mebel untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kota Kupang.

Menurut Nursalim, program ini adalah salah satu kegiatan tridarma perguruan tinggi dan bersama tim membuat proposal pada tahun 2018 dan diterima oleh Kemenristekti – Badan Riset & Inovasi Nasional pada tahun 2019 yang dilakukan selama 3 tahap.

“Pada tahap yang pertama tahun lalu 2019, kami membantu mebel UD Gusty Karya dengan memberikan mesin atau alat multifungsi yang bisa digunakan sehingga dapat mempercepat produksi dan juga ini sekaligus membantu para karyawannya untuk juga betah bekerja di usahanya pak gabriel.Hal ini dilakukan karena usaha meubel ini sebelumnya menggunakan alat – alat yang tradisional dan mesin lama yang membuat pekerjaan membutuhkan waktu yang lama,” ujar Nusalim.

Nursalim mengatakan sebagai lanjutan dari progam ini pihaknya membantu usaha mebel pada tahap kedua ditahun 2020 ini dengan membantu sistem manajemen pemasarannya agar mampu lebih luas jangkauan pasar dan membantu meubel ini yang sebelumnya pemasarannya cuman dengan cara promosi dari mulut ke mulut.

Pada tahap ke tiga, lanjutnya, ditahun mendatang tim akan membantu pemasaran berbasis digital atau online biar lebih menpermudah mencari pelanggan, karena bapak Gabriel sudah banyak pelanggan selama ini baik yang ada di Flores dan daratan Timor.

“Pelaksanaan program ini tidak dibatasi waktu tertentu melainkan akan mendampingi sampai dengan batas waktu bantuan terakhir yaitu sampai tahun 2020,” ujar Nursalim.

Dikatakan, Nursalim, dari bantuan peralatan mebel. Pihaknya juga akan menyiapkan fasilitas ringan lainnya berupa komputer. Tujuan menyiapkan komputer agar kedepannya dapat mempermudah usaha meubel tersebut memasarkan hasil produksinya dengan baik dan tepat.

Nursalim menambahkan, pihaknya akan membuat aplikasi, software dan website sehingga nantinya usaha mebel dimaksud bisa memasarkan hasilnya secara online.

“Ia nanti kami akan berikan juga fasilitas komputer dengan membuatkan aplikasi software dan website dan nantinya bisa dipromosikan melalui buka lapak, tokopedia dan lain-lainnya,” kata Nursalim.

Sementara itu, saat ditemui di lokasi usahanya, Gabriel D.H. Dopo warga RT 038 RW 12, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, mengungkapkan bahwa usaha mebel dirintis sejak tahun 1997 dan tetap bertahan hingga saat ini, meskipun mengalami banyak hambatan dan kendala.

“Sejak dulu saya selalu berusaha mencari nafkah keluarga dengan bekerja sebagai tukang dan membuat usaha ini, syukur bisa sangat membantu cari makan dan mensekolahkan anak-anak,” tutur Gabriel.

Dia mengatakan pada tahun 2013 sempat muncul niat berhenti usaha karena faktor usia dan jumlah tukang yang tidak menetap di mebel, namun lewat bantuan bapak Nursalin dari Undana ini bisa memberi optimisme baru dengan bantuan alat-alat baru apalagi alat multifungsi.

“Saya senang sekali, syukur sekali bisa membantu saya ini, semoga tahapan selanjutnya dari program ini bisa membantu supaya saya mampu bersaing secara baik di pasaran, saya sangat berharap dibantu seperti ini, terima kasih sekali lagi,” harapnya. (YN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan