oleh

Program Tol Laut Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Harga Barang

RADARNTT, Larantuka – Sejak diluncurkan hingga saat ini, Program Tol Laut ternyata belum bisa memberikan dampak signifikan pada penurunan harga barang hingga di tingkat konsumen.

Pembangunan tol laut bertujuan untuk mewujudkan konektivitas dan menekan kesenjangan harga antara wilayah Barat dan Timur Indonesia yang disebabkan tidak adanya kepastian ketersediaan barang.

Program tol laut dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo empat tahun lalu itu berdampak pada biaya atau ongkos angkutan yang ternyata sudah dapat ditekan, karena telah diberikan subsidi oleh Pemerintah. Namun, penurunan ongkos tersebut hanya dinikmati oleh para pedagang dan tidak berdampak pada penurunan harga. Dengan demikian disparitas harga antara satu wilayah dengan wilayah lain masih terjadi.

Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, berharap agar para pengusaha dan pedagang di Flores Timur dapat mendukung program pemerintah dengan menyesuaikan berbagai kebijakan yang telah diturunkan pemerintah pusat terkait penurunan harga hingga ke tangan konsumen.

“Saya terus menunggu, dimanakah moral kita untuk menurunkan harga barang di Flores Timur. Siapa yang tidak setuju atau tidak mau berkontribusi silakan angkat kaki dari Flores Timur,” tegas Bupati Anton Hadjon, saat tatap muka bersama sekitar 400-an pengusaha perkiosan, pengusaha komoditi, para agen dan pengurus Bumdes se-Kabupaten Flores Timur pada acara Sosialisasi Gerai Maritim Pemanfaatan Tol Laut bertempat di Aula Hotel Gelekat Nara Larantuka, Jumat (28/2/2020).

Acara yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur ini dibuka langsung oleh Bupati Anton Hadjon. Turut hadir pada acara ini para Pimpinan OPD terkait pada lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Kepala Syahbandar Larantuka, Kepala PT. Pelni Larantuka, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Larantuka, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa, serta dihadiri pula sekitar 400-an pengusaha perkiosan, pengusaha komoditi, para agen dan pengurus Bumdes.

Ditegaskan Bupati Anton Hadjon, kehadiran Gerai Maritim di Larantuka adalah untuk menekan perbedaan harga antara produsen dan konsumen. Demikian halnya dengan perubahan rute Tol Laut saat ini adalah hasil evaluasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk memaksimalkan pemanfaatan Tol Laut. “Rute saat ini adalah dari Surabaya langsung ke Lewoleba kemudian ke Tobilota dan Larantuka selanjutnya kembali ke Surabaya lagi”, kata Bupati Anton Hadjon.

Disamping itu, untuk mendukung aksesibilitas transportasi laut, kepada Pemerintah Pusat, Bupati Anton Hadjon berharap melalui program peningkatan kapasitas, Kementerian Perhubungan dapat melengkapi berbagai prasarana dan sarana perhubungan di sejumlah pelabuhan laut di Flores Timur.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, kata Bupati Anton Hadjon, kedepan akan membuka Pos Koordinasi Pemanfaatan Tol Laut di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Flores Timur, serta akan memfasilitasi terbentuknya Asosiasi Usaha Perkiosan di Flores Timur. Karena itu dibutuhkan moral yang sama untuk mewujudkan visi Flores Timur Sejahtera dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur, Siprianus Ritan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan tujuan Acara Tatap Muka dan Sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha dan para pemangku kepentingan serta mengetahui permasalahan dan hambatan terkait pemanfaatan tol laut di Flores Timur. (Humas Flotim/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan