oleh

Rapat Koordinasi dan Temu Teknis Penyuluh Pertanian Flores Timur

RADARNTT, Larantuka – Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Temu Teknis Penyuluh Pertanian untuk evaluasi program kegiatan, kebijakan dan merumuskan kebijakan strategis untuk meningkatkan perencanaan keuangan bidang pertanian. Khususnya penelitian musim tanam 2019-2020 dan 2020-2021.

Rakor dan Temu Teknis dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda, sebagai pejabat yang mewakili Bupati Flores Timur, kegiatan berlangsung sehari bertempat di Aula KPRI Gelekat Nara Larantuka, Selasa, (3/3/2020).

Sekda, Paulus Igo saat membuka kegiatan mengatakan penyelenggaraan Rakor dan Temu Teknis ini sebagai wahana evaluasi yang dapat menyatukan persepsi dan gerak langkah serta tekad yang sama dalam upaya pemantapan penyelenggaraan penyuluhan pertanian di dalam rangka pengembangan produksi dan pertanian yang berorientasi pada petani dan masyarakat Kabupaten Flores Timur khususnya.

“Rakor dan Temu Teknis ini momentum evaluasi sebagai forum tahunan untuk diselenggarakan dalam pembahasan dan menindaklanjuti kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan koordinasi penyelenggaraan bidang pertanian yang lebih baik,” jelas Sekda Flotim, Paulus Igo Geroda.

Dia juga menambahkan, mengatur penyuluh merupakan sistem yang harus dibangun secara lintas sektoral, lintas batas dan lintas wilayah binaan. Peran penyuluh dalam pembangunan pertanian sangat penting sebagai titik peralihan semua kegiatan di lapangan. “Hal ini terkait dengan program pemerintah daerah yaitu selamatkan tanaman rakyat, para penyuluh dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami dalam bertani, membuat pertanian yang unggul tanpa harus pergi kearifan lokal,” kata Sekda Flotim, Paulus Igo Geroda.

Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) mengamanatkan bahwa pengelola pertanian perlu wewenang dan tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah pada tingkat kabupaten.

Bertindak sebagai Nara Sumber, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabuapten Flores Timur, Antonius W. Sogen.

Panitia dalam laporannya menyampaikan, upaya mewujudkan kedaulatan pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2015 telah menetapkan program unggulan Tingkat Nasional yaitu Upaya Khusus (UPSUS) untuk mewujudkan swasembada padi, jagung, kedelai, bawang, cabe, sapi, tebu dan tembakau (Pajale-Babe-Sate) di Propinsi dan Kabupaten di seluruh Indonesia.

Untuk memantapkan terealisasinya swasembada makanan tersebut pada tahun 2019-2024 disetujui dengan program dalam bentuk gerakan yang dinamakan Kostratan (Komando Strategis Pembangunan Pertanian).

Di tingkat Kabupaten/Kota disebut Kostrada (Komando Strategis Pembangunan Pertanian Daerah) dan ditingkat Kecamatan/BPP disebut Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian di tingkat Petani) dengan Kopasusnya adalah Penyuluh Pertanian.

Tujuan akhir pembangunan pertanian melalui Kostratan ini adalah Indonesia Maju, Mandiri dan Modern di bidang pertanian.

Untuk mencapai sasaran yang disetujui Kementerian Pertanian melalui Eselon I, Kementerian Pertanian telah menyetujui program aksi dalam bentuk gerakan: PROPAKTANI (Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Korporasi) dan KOSTRALING (Komando Strategi Penggilingan Padi); GEDOR HORTI (Gerakan Mendorong Eksport Hortikultura); GRASIDA (Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Perkebunan); SIKOMANDAN (Sapi, Kerbau Komoditas Andalan Negeri); PMS (Pertanian Masuk Sekolah SMA/SMK); KUR (Kredit Usaha Rakyat Bidang Pertanian) 1 Provinsi 1 Triliu; GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Eksport)

Semua program aksi tersebut akan bermuara pada KOSTRATANI sebagai kelembaban eksekutif dengan semua pemangku kepentingan yang ada dilapangan. Oleh karena itu, kostratani didefenisikan sebagai pusat kegiatan pembangunan tingkat kecamatan yang merupakan tugas optimalisasi, fungsi dan peran penyuluh pertanian dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan Nasional.

Secara spesifik peran dan fungsi kostratani yaitu, sebagai pusat data informasi, sebagai pusat pengembangan pertanian, sebagai pusat pembelajaran, sebagai pusat konsultasi agribisnis, sebagai pusat pengembangan jejaring kemitraan. (Humas Flotim/TIM/RN)

Komentar