oleh

Reses di SMAN 3 Borong, Heremias Dupa Jelaskan Empat Pilar Kebangsaan

RADARNTT, Borong – Ketua DPRD kabupaten Manggarai Timur Heremias Dupa menjelaskan empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika kala reses di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Borong, Selasa (20/10/2020).

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, hadir bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Manggarai Timur, disambut meriah oleh civitas Sekolah yang terletak di Jawang desa Golo Kantar.

Kegiatan reses antusias diikuti oleh warga sekolah, komite, tokoh masyarakat dan tetua adat setempat. Dalam reses, Heremias Dupa, menjelaskan tentang empat pilar kebangsaan sebagai upaya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dikatakannya, kekuatan Bhineka Tunggal Ika adalah salah satu komitmen kita sebagai warga negara untuk menerapkan butir Pancasila sebagai dasar pijakan kita untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Idealisme kita jangan hanya idealisme sebagai warga negara Indonesia, tetapi juga harus mulai dari kabupaten Manggarai Timur, idealisme sebagai warga NTT dan kemudian di Indonesia,” ungkap Heremias.

Mengisi kemerdekaan, sebagai generasi muda, kata Heremias kepada 100 lebih audiens yang didominasi siswa-siswi, tentu diisi dengan belajar yang tekun.

“Belajar bukan semata untuk menjadi seorang PNS , melainkan untuk menjadi generasi yang berinovasi. Petani moderen misalnya,” tutur Ketua DPRD yang berusia 35 tahun itu.

Dijelaskannya, petani moderen tentu memiliki target dan pendekatan pendapatan. Sebagai petani yang selalu membaca peluang dan bisa berinovasi dalam persaingan.

Terpantau media ini, mengisi kesempatan reses, alunan musik ciri khas kehadiran Kepala Dinas PUPR kabupaten Manggarai Timur turut memberi asupan pengetahuan tentang moral kepada generasi muda melalui syair adat penuh makna.

“Saya sangat senang dan bahagia hadir dihadapan generasi muda,” aku Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Yosep Marto.

Di sela reses, Yosep Marto menuturkan budaya adat orang Manggarai tentu hal yang paling awal hadir, kemudian disusul oleh agama, dan seterusnya muncul konsep bernegara.

“Di dalam menyampaikan pesan secara turun temurun, para leluhur kita dulu menyampaikannya melalui syair syair adat yang bermakna,” ucap Yos Marto. Adapun tujuannya, kata Yos, untuk membentuk karakter dan moral yang baik.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa ini. Kalian (siswa-siswi) harus memiliki rasa tanggung jawab meningkatkan sumber daya manusia untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan negara kita tercinta ini,” lanjutnya.

Pada tempat yang sama, Kepala SMAN 3 Borong, Konstantinus Eferson Rada, S.Psi mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan kehadiran Ketua DPRD yang menggelar reses di SMAN 3 Borong.

“Penguatan empat pilar kebangsaan  sebenarnya memberikan penguatan kepada siswa terhadap kecerdasannya. Khususnya kecerdasan karakter. Konsep pendidikan karakter SMAN 3 Borong menanamkan nilai-nilai moral pancasila yang hampir sejak 1998 tidak hadir dalam dunia pendidikan,” ujar Kepala Sekolah yang kerap dipanggil Sony.

Ia menambahkan, kegiatan reses yang digelar sebenarnya proses terapan atau membangkitkan kembali pentingnya pendidikan moral bagi pendidikan dasar siswa.

“Dengan memilih reses di SMAN 3 Borong, ketua DPRD Manggarai Timur dapat merekomendasikan supaya melakukan penginternalisasian pendidikan moral pancasila dalam kurikulum,” tutup Sony berharap. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan