oleh

Rote Ndao Juara Satu Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

RADARNTT, Kupang – Seperti tahun sebelumnya, kabupaten Rote Ndao kembali meraih juara satu penilaian kinerja aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi tingkat provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2020.

Berikut nama-nama kabupaten/kota yang masuk dalam 10 besar aksi konvergensi stunting se-NTT yaitu: 1) Kabupaten Rote Ndao, 2) Kabupaten Ende, 3) Kabupaten Nagekeo, 4) Kabupaten Ngada, 5) Kabupaten Flores Timur, 6) Kabupaten Sumba Timur, 7) Kabupaten Belu, 8) Kabupaten Timor Tengah Selatan, 9) Kabupaten Sabu Raijua dan 10) Kabupaten Kupang.

Pengumuman juara disampaikan dalam rapat koordinasi penilaian kinerja aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di provinsi NTT, yang  dilaksanakan oleh Bappelitbangda Provinsi NTT dihadiri oleh perwakilan dari 22 kabupaten/kota unsur Bappelitbangda serta Dinas Kesehatan kabupaten, serta mitra pembangunan yang mendukung bidang kesehatan masyarakat di sektor kesehatan.

Rapat koordinasi penilaian kinerja aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting berlangsung pada tanggal 21-23 Oktober 2020 di Hotel Neo Aston Kupang.

Rapat kerja tersebut merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas.

Upaya ini difokuskan pada masyarakat yang memiliki prevalensi stunting tertinggi pada 21 kabupaten dan kota kupang, untuk segera melakukan langkah-langkah mengakselerasi tingkat penurunan stunting.

Pelaksanaan aksi konvergensi merupakan implementasi Pilar ketiga Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting periode 2018-2022. Hasil aksi konvergensi ditujukan untuk dimanfaatkan oleh kabupaten/kota dalam upaya memperbaiki manajemen intervensi gizi agar lebih terpadu dan tepat sasaran.

Rapat koordinasi dipimpin langsung Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kosmas D Lana, saat memimpin rapat beliau menyampaikan, dalam upaya mendukung penurunan stunting di NTT maka komitmen pemerintah daerah untuk wajib memasukan indikator pengurangan stunting dalam dokumen RPJMD provinsi maupun kabupaten/kota.

“Selain itu, pendanaan aksi konvergensi melekat pada kegiatan perencanaan sampai dengan pengendalian tahunan pemerintah daerah. Sebagai contoh; analisis situasi dilakukan sebagai bagian dari proses analisis gambaran umum kondisi daerah dan perumusan permasalahan pembangunan daerah untuk penyusunan Renja/RKPD. Serta mengalokasikan dana secara signifikan untuk mengatasi stunting, baik secara fisik di lapangan maupun secara adiministartif,” kata Kosmas Lana.

Dalam pelaksanaan rapat koordinasi konvergensi untuk mendukung penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan di kupang tersebut, dilakukan pula komunikasi secara daring antara kepala Bappelitbangda NTT Kosmas D. Lana dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dimana saat bersamaan Gubernur berada di Kabupaten Rote Ndao dalam rangka kunjungan kerja.

Melalui pesannya kepada peserta rakor konvergensi stunting, Gubernur Viktor Laiskodat mengemukakan bahwa, Bappelitbangda provinsi/kabupaten/kota se-NTT, untuk segera lakukan koordinasi serta kolaborasi secepatnya dalam mengentaskan stunting di daerah .

“Karena itu diperlukan sinergitas antar organisasi perangkat daerah Kabupaten untuk penanganan stunting, perlu difokuskan di bidang sanitasi, imunisasi dasar, keluarga berencana, pemenuhan air layak dan efisiensi anggaran,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat.

Hadir sebagai nara sumber dalam rapat koordinasi penilaian kinerja aksi konvergensi stunting terintegrasi, yaitu: mewakili Ketua DPRD NTT, Ibu Ana Waha Kolin dari komisi V DPRD NTT, Ketua Pokja Stunting Ibu Sara Lery Mboeik, perwakilan Unicef NTT Ibu Blandina, Ibu Nita mewakili Pokja Stunting, Dinas Kesehatan Provinsi NTT Drg. Iin Andriani, M.Kes, dengan peserta rakor sebanyak 60 orang. (Bapelitbangda/TIM/RN))

Komentar

Jangan Lewatkan