oleh

Satu PDP dirawat di RSUD Waikabubak Sumba Barat

RADARNTT, Waikabubak – Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat mengatakan satu pasien dalam pengawasan (PDP) sedang dirawat di RSUD Waikabubak.

PDP berinisial SS berasal dari Desa Beradolu, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, demikian dikatakan Bonar B. Sinaga, yang ditemui media ini, Kamis (23/4/2020).

Bonar B. Sinaga mengatakan, PDP tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan klinis, saat yang bersangkutan datang periksa di rumah sakit karena di rumahnya ada orang sakit, sehingga dia datang periksa di rumah sakit. “Sampai di rumah sakit diperiksa dan menunjukkan tanda-tanda klinisnya yang mengarah ke kriteria Covid-19, tapi dalam artian status PDP. Tujuh orang kontak serumah dari PDP tersebut akan dilakukan pemeriksaan RDP,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bonar, menjelaskan bahwa PDP itu baru tanda-tanda klinis, yang dinyatakan positif itu apabila sudah melakukan tes swab daj PCR di Surabaya. “Pemeriksaan swab pertama PDP tersebut akan dikirim bersama pemeriksaan swab kedua dari empat orang dalam pemantauan (ODP) terdahulu. Konfirmasi jadwal penerbangan Nam Air yang bisa langsung dikirim ke Surabaya yaitu hari minggu tanggal 26 April. Pengambilan swab dilaksanakan hari Sabtu,”.urainya.

Bonar juga mengatakan PDP tersebut bukan pelaku perjalan dari luar atau daerah terpapar, tapi ada orang yang datang bergaul dengan dia dan itu yang diperkirakan sebagai kontak. “PDP tidak harus dari daerah terpapar atau zona merah, karena PDP itu orang yang menunjukkan tanda-tanda klinis dan harus diisolasi di rumah sakit,” tuturnya.

Bonar juga menjelaskan tidak semua pelaku perjalanan dikatakan sebagai ODP, yang dinyatakan sebagai ODP apabila sudah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan menunjukkan tanda-tanda seperti batuk, pilex, sakit tenggorokan dan suhu tubuhnya 38 derajat.

“Jadi, tidak semua pelaku perjalanan dinyatakan sebagai ODP, tapi pelaku perjalan itu dinyatakan sebagai Pelaku Perjalanan Dalam Pemantauan (PPDP). Diharapkan kepada kita semua agar tetap mentaati aturan protokol kesehatan yg telah ditegaskan oleh pemerintah. Jangan panik tetapi waspada, tinggal di rumah, cuci tangan pake sabun dan wajib pake masker jika keluar rumah,” tutupnya.

Data Gugus Tugas Sumba Barat per 23 April 2020 menunjukkan ada 18 ODP, 11 orang selesai pemantauan dan sisah 7 orang. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan