oleh

Sekolah Alam Manusak Kembangkan Eco Edu Wisata

RADARNTT, Oelamasi – Sekolah Alam Manusak melakukan sosialisasi “Media Belajar dengan Bahan Lepasan untuk Mendukung Eco Edu Wisata di Sekolah Alam oleh Komunitas Sekolah Alam Manusak”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (14/7/2020), bertempat di Sekolah Alam Manusak, Kabupaten Kupang, NTT.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Manusak, grup band DOGMA, komunitas masyarakat desa Manusak dan Yayasan RSBI. Moderator dalam kegiatan sosialisasi ini adalah Pdt.Yetti Fanggidae.

Direktur Yayasan RSBI NTT, Yahya Ado, sekaligus pendiri Sekolah Alam Manusak dalam sosialisasi mengatakan, konsep sekolah alam Manusak ini adalah sebuah inovasi belajar dengan media alam, mengajak generasi kembali ke alam mereka untuk hidup yang lebih bermartabat dengan menggunakan konsep kurikulum 2013 dan muatan alam.

Karena, sekolah Manusak ini memiliki visi untuk menciptakan generasi berkarakter, peduli dan saling mencintai terutama di era revolusi industri 4.0 bagi anak dan masyarakat.Prinsipnya bagaimana mengemas lingkungan sekitar untuk anak belajar, apa yang ada di sekitar atau alam dapat dikemas menjadi suatu media pembelajaran anak.

“Kami berupaya meningkatkan rasa cinta anak-anak terhadap diri, sesama, lingkungan sebagai wujud syukur pada ciptaan Tuhan, disini juga kami ada PAUD Manusak dengan beberapa tenaga pengajar yang harus saya akui sebagai pendiri dan direktur yayasan mereka memiliki kapasitas yang sangat baik sebagai tenaga pendidik,” kata Yahya Ado.

Menurut Ado, ke depan pihaknya akan mengemas pembelajaran berdasarkan hobi dan kemauan anak-anak. “Sehingga kita akan mengembangkan spot-spot khusus untuk mengembangkan hal itu. Kita berencana membuka event-event setiap minggu di sini dan terbuka bagi pihak manapun yang mau datang belajar apalagi disini kami juga mengembangkan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru PAUD, SD dan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Evan Billi, selaku penanggungjawab Band DOGMA, dalam sosialisasi tersebut mengatakan bahwa karya mereka merupakan bagian dari
mengembangkan minat dan bakat anak.

“Kami memiliki beberapa divisi pemusik dan divisi IT dan juga multimedia untuk memproduksi video. Sedangkan divisi yang terkahir yaitu unsur divisi manajemen yang bertugas memanajemen sesuatu secara tim,” kata Bilki.

Lanjunya, “Kami memulai karya-karya kami dengan perjuangan sampai memiliki lagu dan album sendiri. Kami yakin anak muda selalu punya kreatifitas yang bisa kita tuangkan dalam lagu. Bagi kami saat kreatif itu menciptakan sesuatu yang baru. Setiap dari kita musti membuat sebuah karya baru naik panggung. Kami menjual lagu melalui kaset dan dapat diakses lewat internet.

Billi menjelaskan, beberapa lagu sudah masuk ring back tone NSP di Telkomsel dan XL. “Kami berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh sekolah alam manusak ini kepada kami untuk bisa mensosialisasikan diri dan berbagi ide – ide ditempat ini,” ujarnya.

Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, dalam sosialisasi tersebut menyampaikan pihaknya membuka kesempatan bagi anak muda untuk berkreasi di sekolah alam Manusak.

“Kami tentunya membuka ruang yang seluas-luasnya bagi anak muda siapapun yang mau datang dan mau berkreasi di sekolah alam Manusak ini,” kata Ximenes.

Meskipun banyak ornag mengenal wilayah ini sedikit kurang ramah, namun kami menjamin adik-adik muda bisa berkreasi. Peran desa, kata Ximenes, kedepannya bersama pak Yahya, kami juga telah mendistribusikan ini bersama dengan pihak gereja.

“Tentunya jika ada kegiatan lainnya, kami akan selalu mensupport, bila perlu untuk melibatkan pemerintah daerah atau kepala daerah. Kami di desa menegaskan juga untuk selalu ada jalan dalam protokol kesehatan. Prinsip desa kami jelas tanpa sekat primodial, anak muda tetap kami libatkan kalau mereka punya kapasitas,” ungkapnya. (YN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan