oleh

Siswa SMA, SMK di Kota Kupang Lomba Pidato dan Menulis Tentang Korupsi

RADARNTT Kupang – Komisi Advokasi Daerah Anti Korupsi Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan lomba pidato dan lomba menulis artikel tentang pencegahan korupsi bagi siswa-siswi SMA/SMK se-Kota Kupang.

Dari 66 SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kota Kupang, karena situasi Covid jadi hanya 20 sekolah yang mengirimkan peserta dengan mewakilkan satu orang peserta pada masing-masing lomba. Kegiatan telah berlangsung di Aula Komodo, Kantor DPD RI, Sabtu, (7/11/2020).

Ketua Komisi Advokasi Daerah Anti Korupsi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Blasius Lema, kepada media mengatakan bahwa maksud dari diadakannya lomba ini agar generasi milenial dapat mengetahui dan peka terhadap masalah pencegahan korupsi.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa cikal bakal korupsi tumbuh dari generasi milenial, maka itu dalam tahun ini kita menyasar mereka,” ujar Blasius Lema.

Menurutnya, lomba seperti ini tujuannya adalah membangun sistem integritas dan mengungkapkan kesadaran generasi milenial tentang arti korupsi.

“Kalau kita mau mengajak golongan-golongan yang sudah tua, ini sudah agak sulit. Karena budaya korupsi sudah tertanam dan sudah membudaya. Maka lebih baik kita sasar generasi ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa dari kebanyakan peserta lomba, isinya merujuk kepada kejujuran, pendidikan karakter, pendidikan dari keluarga, pendidikan di sekolah, pendidikan di masyarakat dan pendidikan oleh bangsa ini.

“Nah semua bentuk pendidikan yang dibawakan peserta dalam pidato muaranya ke kejujuran. Itu hikmah yang kita petik dari mereka generasi milenial ini,” jelasnya.

Selain itu juga, lanjutnya, kegiatan ini perlu dilihat sebagai upaya dalam menggerakkan masyarakat agar sejak usia dini bisa saling mengingatkan dan mengkampanyekan anti korupsi.

“Kita apresiasi karena dalam situasi seperti ini, masih banyak sekolah yang mengirimkan peserta. Selain itu kita juga turut bangga karena ada beberapa sekolah sudah ada pendidikan anti korupsi di sekolah,” ujarnya.

Tim juri dalam lomba ini, jelas Blasius, adalah para akademisi yang sangat profesional dan berkompeten. Juri lomba pidato diketuai oleh DR Jhon Tuba helan, SH, MH(UNDANA), DR Christian Liufeto (UNDANA), Darius A. Kian, SH, MH (UNDANA). Juri lomba menulis artikel yakni DR Sariono Yohanes (UNDANA), Marthen Bana (Timex), Ibu Evi Mauboy (Komisi Advokasi Daerah).

Penilaian yang diberikan, jelasnya cukup tinggi, agar mendapat bibit-bibit generasi yang unggul. Hakekatnya adalah disaat persiapan menulis maupun pidato tentu para peserta akan observasi data sebagai bahan referensi.

“Di jaman milenial ini, dengan kemudahan teknologi mereka akan bisa mendapatkan referensi yang luar biasa, dan ini memberikan kita generasi tua suatu makna bahwa negara ini pada suatu ketika akan mampu dipimpin generasi milenial saat ini yang luar biasa dan bebas korupsi,” ujarnya.

Daftar juara dalam lomba pidato yakni, juara 1 disabet oleh Apu Hori Moni Hamakonda (SMA Kristen Mercusuar), juara 2 yakni Clara Suliatry Corneliani Mbulu (SMAK Giovanni Kupang), juara 3 diraih oleh Apriani Virginia Dangga (SMA Negeri 4 Kupang).

Juara pada lomba menulis artikel yakni, juara 1 oleh Jesicca Tirza Rambu Loya (SMA DIAN HARAPAN), juara 2 atas nama Gabriela Sani (SMAN 2 KUPANG), juara 3 atasa nama Noven Okto Bryan (SMA Seminari Santu Rafael)

“Para pemenang lomba kita beri piala, sertifikat dan uang pembinaan dan ada lagi dari sejahtera grup memberikan voucher kepada juara 1, 2 dan 3 kedua lomba dalam bentuk voucher Rp10 juta,” ujarnya.

Voucher tersebut, menurut Blasius, merupakan voucher perumahan milik sejahtera grup yang lokasinya ada di Oetalu. Jadi bagi pemenang lomba yang mendapat voucher apabila ingin membeli rumah yang dimaksud maka akan mendapat potongan uang muka sebesar Rp10 juta.

“Voucher ini bisa diguanakan para juara untuk membeli rumah, atau diberi ke keluarga yang mau memakainya. namun tidak bisa ditukar kembali dalam bentuk uang,” jelasnya.

Clara Mbulu, siswa SMAK Giovanni, pemenang kedua lomba pidato, kepada media ini mengungkapkan antusiasnya yang begitu besar terhadap lomba ini.

“Lomba ini sangat bagus karena bisa membangun kreatifitas kami sebagai siswa untuk dapat berbicara di depan umum dan tidak membatasi daya pikir anak untuk berkarya diatas panggung,” ungkapnya.

Kebanggaan yang besar juga disampaikan olehnya karena bisa menyampaikan persepsi di depan umum terkait korupsi.

“Seharusnya dimulai dari generasi muda seperti kami ini, harus bisa membangun komitmen dari diri sendiri untuk memerangi korupsi agar tidak lahir lagi koruptor di masa-masa mendatang,” ujarnya.

Pada tempat yang sama salah satu peserta lomba pidato, Vira Yeni, siswa SMA 6 Kupang, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus karena mendorong generasi muda untuk mendongkrak sikap agar tidak ada lagi korupsi di daerah NTT apalagi di Indonesia yang sedang marak terjadi. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan