oleh

Solidaritas untuk Lembata, Siswa SMAK Pancasila Borong Aksi Galang Dana

-Daerah, Matim-2.220 views

RADARNTT, Borong – Melihat pemberitaan di berbagai media sosial tentang korban letusan gunung Ile Lewotolok di kabupaten Lembata, sejumlah siswa yang tergabung dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS) SMAK Pancasila Borong turun ke jalan aksi menggalang dana untuk korban bencana.

Tampak puluhan siswa dengan menggunakan pakaian bebas membawa gardus yang bertulisan “sumbangan untuk korban letusan gunung Ile Ape kabupaten Lembata”, berjejer di sepanjang lampu lalulintas perempatan Borong, jalan trans Flores Borong, Manggarai Timur.

Sebagian dari para pelajar yang menggalang dana bantuan tersebut berjalan kaki menyusuri pertokoan yang terdapat di kota Borong.

Saat ditemui media ini di lokasi kegiatan Senin (30/11/2020), Tolentino Purnama (17) Koordinator kegiatan penggalangan dana mengatakan, aksi solidaritas yang dilakukan pihaknya murni inisiatif organisasi tanpa paksaan dari pihak lain di lembaga pendidikan.

“Kegiatan Galang dana untuk membantu sesama merupakan program yang sudah dicanangkan dalam organisasi sekolah disaat waktu senggang,” ungkap Siswa yang kerap disapa Tino itu.

Kegiatan seperti ini sering kami lakukan, kata Tino, sebagai bentuk kepedulian bagi sesama yang membutuhkan. “Kegiatan penggalangan dana ini juga pernah dilakukan untuk korban korban lain seperti, bayi penderita tumor, dan penderita ODGJ,” tutur Tino.

Lebih lanjut Tino mengatakan, aksi kemanusiaan ini dilakukan ketika diluar jam sekolah. Dan ini sudah dijadikan program kerja didalam organisasi.

Ia mengatakan, dana yang dikumpulkan pihaknya akan dikirim kepada para korban bencana letusan gunung Ile Lewotolok di Lembata nantinya. Berapapun itu hasilnya, semuanya untuk membantu masyarakat korban.

“Harapannya sih, banyak orang yang membuka mata dan hati untuk bisa peduli dan membantu sesama terlebih khusus para korban,” ungkapnya.

Terpisah, Yohanes Albertus Manti, guru pembina OSIS SMAK Pancasila Borong, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, mengaku bahwa kegiatan aksi kemanusiaan dari para siswa yang tergabung dalam organisasi sekolah itu merupakan niat dan ketulusan hati para siswa.

“Itu mereka tulus dan atas inisiatif sendiri. Anak anak yang tergabung dalam organisasi itu sangat peka untuk membantu sesama khusus korban atau orang tidak mampu yang membutuhkan bantuan,” ungkap Pembina yang kerap disana Berto itu.

Lanjut Berto mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan itu tentu diluar jam sekolah. Dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dikatakannya, apa lagi proses kegiatan belajar mengajar siswa sekarang ini menggunakan sip-sipan atau silang. Sehingga, lanjut Berto mengatakan mereka sisihkan sedikit waktu untuk membantu sesama terlebih khusus korban letusan gunung di Lembata.

“Sebelum mereka turun ke Jalan untuk menggalang dana, mereka juga memulai kegiatan itu dengan menggalang dana sekolah, baik siswa, maupun guru guru dan pegawai turut memberikan bantuan,” ujar Berto.

Ia menambahkan, dalam melaksanakan kegiatan di tengah situasi pandemi Covid-19, anak anak sangat taat aturan protokol kesehatan degan memakai masker agar mereka tetap aman. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan