oleh

Tercatat Empat ODP Covid-19 di Kabupaten Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Pemerintah kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur merilis data saat ini ada empat orang dalam pemantauan (ODP) Corona virus disease (Covid-19) di daerah itu.

“Keempat orang diketahui setelah mereka memeriksakan kesehatan ke beberapa fasilitas kesehatan, dan mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri di bagian tenggorokan, dan sesak napas,” demikian rilis yang diterima media ini melalui Kabag Humas Setda Manggarai Lodovikus D. Moa, Minggu, (22/3/2020) sore di Ruteng.

Dikatakan Kabag Lodi, terkait upaya pencegahan dan penanganan Covid 19 di kabupaten Manggarai, telah dibentuk tim Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona kabupaten Manggarai. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus.

Upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona di kabupaten Manggarai, Bupati Manggarai telah mengeluarkan beberapa instruksi dan himbauan, di antaranya:

  1. Instruksi tetang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi COVID 19 pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Manggarai;
  2. Surat Edaran tentang Pecegahan Penyebaran Covid 19 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai; dan
  3. Himbauan dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona;

Sejak pemberitaan tentang merebak Covid-19, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Manggarai yang salah satunya adalah dengan mengukur suhu tubuh dari penduduk menggunakan thermo gun di beberapa lokasi seperti pelabuhan laut Reo, Kecamatan Reok, Terminal Carep, Bandara Frans Sales Lega, dan Terminal Mena.

Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai juga telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh petugas kesehatan untuk mematuhi protokol-protokol penanganan Covid-19  yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Berbagai persiapan dilakukan di RSUD dr. Ben Mboy sebagai langkah antisipasi penanganan, manakala ada penduduk/pasien yang mengalami gejala-gejala terindikasi terinfeksi virus corona.

Menurut Kabag Lodi, Hingga saat ini tidak ada pasien dalam pengawasan (PDP).

Pada rilis yang sama, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng, menjelaskan bahwa perkembangan informasi pencegahan dan penanganan Covid-19 akan terus dilakukan sehingga publik bisa mendapatkan informasi yang tepat

“Masyarakat diharapkan untuk tidak panik, dan bersedia untuk melaksanakan himbauan-himbauan pencegahan penyebaran virus ini,” kata Weng.

Himbauan-himbauan tersebut telah beredar, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai

Kepada masyarakat yang dalam beberapa waktu terakhir melakukan perjalanan ke kota-kota lain, terutama ke kota-kota yang telah ada pasien dengan status Corona Positif, mohon segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat, agar dapat dipantau perkembangan kesehatannya.

Selain itu, wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sejak kedatangannya di Kabupaten Manggarai.

“Sangat diharapkan agar kita melakukan “saring sebelum sharing” sehingga tidak terjebak menyebarkan hoax yang justru menimbulkan kepanikan,” tegas Weng.

Dia juga mengingatkan untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, diharapkan agar tokoh agama, tokoh masyarakat, bersama-sama pemerintah melakukan sosialiasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat sehingga daerah ini aman dari penyebaran virus tersebut. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan