oleh

Tim Gabungan Bekuk Dua Pelaku Pencurian Ternak di Sumba Barat

RADARNTT, Waikabubak – Tim Gabungan Polres Sumba Barat dan Polres Sumba Timur, berhasil melumpuhkan dua buronan pelaku pencurian hewan ternak berinisial AK dan D, Minggu (15/11/2020).

Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, kepada awak media di Mapolres Sumba Barat, Senin (16/11/2020) petang mengatakan, Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Sumba Barat dan Polres Sumba Timur berhasil menangkap dua pelaku pencurian ternak di wilayah hukum Polres Sumba Barat.

“Kemarin hari Minggu tanggal 15 November 2020, Tim Sat Reskrim Polres Sumba Barat yang bergabung dengan Tim gabungan Polres Sumba Timur berhasil menangkap pelaku pencurian ternak. Pelaku yang berhasil ditangkap oleh Tim gabungan, merupakan DPO pencurian ternak berinisial AK dan D,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan bahwa AK telah melakukan kegiatan pencurian ternak dengan tiga Laporan Polisi, yaitu:

  1. Nomor: LP/PID/14/VI/2018/Res. SB/Sek. URG. Tanggal 18 Juni 2018 berstatus DPO tanggal 25 November 2018;
  2. Nomor: LP/45/IX/2019/Polda NTT/ Res. Sumba Timur/Sektor Lewa tanggal 03 September 2019 dengan status DPO tanggal 04 Oktober 2019;
  3. Nomor : LP/53/X/Res 1.8/2020/Polda NTT/ Res. Sumba Timur/ Sektor Lewa, tanggal 18 Oktober 2020.

Kronologi kejadian

Pada Hari Rabu, 9 Mei 2018 di Padang Kahilu Cuna, Desa Soru, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah tindak pencurian ternak kuda dengan pelaku atas nama inisial JWN dan AK (DPO) melakukan pencurian lima ekor kuda milik korban atas nama berinisial GUT, korban berusaha mencari namun korban tidak berhasil menemukan ternak kuda miliknya, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut di Polsek Umbu Ratu Nggay pada Senin, 18 Juni 2018.

Pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019, terjadi pencurian 16 ekor ternak kuda, satu ekor kerbau dan barang berharga milik korban senilai Rp30.000.000 di rumah persawahan Bondo Kalembung, Desa Kambata Wundut, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur.

Dan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020, terjadi pencurian 10 ekor kerbau di Kampung Patamawai, Dusun Dendu Mara, Desa Konda Mara, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur.

Kapolres Sumba Barat juga mengatakan bahwa dari pengakuan tersangka, jumlah ternak yang diambil keseluruhannya ada 32 ternak dengan rincian 22 ekor kuda dan 10 ekor kerbau.

“Dari hasil pengembangan, tersangka ini merupakan jaringan pencurian ternak, yaitu pelaku-pelaku di daratan Sumba,” kata Kapolres.

Irwan Arianto yang baru bertugas beberapa bulan di Mapolres Sumba Barat menyampaikan bahwa ada 12 orang pelaku, tujuh orang sudah diamankan, yaitu lima orang di antaranya sudah diamankan di Mapolres Sumba Timur dan dua orang atas nama berinisial ‘AK’ dan ‘D’ sedang di amankan di Polres Sumba Barat. Dan si ‘AK’ ini merupakan otak dari pada pelaku pencurian ternak, selama ini belum pernah ditangkap karena AK selalu berpindah-pindah tempat.

“Sehingga kemarin hari Minggu subuh tanggal 15 November, pelaku berhasil ditangkap dan dari tangan pelaku kita amankan satu ekor kerbau hasil curian. Selama dua tahun terakhir ini, ada 32 ternak yang dicuri oleh 12 orang pelaku. Otak daripada pelaku ini adalah orang Sumba Barat ada di Desa Hupumada, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat,” terang Kapolres.

Atas tindakan para tersangka dikenakan Pasal 365 sub Pasal 363 ayat 1 ke-1 dan ke-4 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Untuk diketahui, dari kedua tersangka yang sedang diamankan di Mapolres Sumba Barat berinisial AK dan D, saat ini kedua tersangka tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit.

Karena saat Tim Gabungan melakukan penangkapan dengan tembakan peringatan tiga kali, namun kedua tersangka melakukan perlawanan dengan mengayunkan sentaja tajam sebilah parang kepada anggota, sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga pelaku berhasil dilumpuhkan dengan timah panas. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan