oleh

Toleransi Antar Umat Beragama di Matim ‘Keroyok’ Masjid Nurul Iman Kaca Sita

-Daerah, Matim-30.909 views

RADARNTT, Borong – Membangun rumah tempat ibadah tentunya sudah menjadi kewajiban umat beragama pada agama tertentu, beda dengan membangun Masjid Nurul Iman Kaca Sita Manggarai Timur (Matim) NTT, ini melibatkan semua unsur tanpa memandang Agama dan Suku.

Tidaklah heran kalau acara Peletakan batu pertama pembanunan Masjid Nurul Iman Kaca Sita oleh K.H. Ustad Ali Fudin, jusru menampilkan suasana kebersamaan serta mengikat tali persaudaraan dari latar belakang yang berbeda, hingga menciptakan kekeluargaan lintas agama dan berpegang teguh pada nilai sejarah warisan leluhur.

Usai acara peletakan batu pertama, K.H Ustad Ali Fudin, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekedar menyatukan material menjadi bangunan yang layak digunakan akan tetapi ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan untuk mengangkat nilai toleransi diantara umat beragama.

Ustad Ali Fudin menambahkan, kerukunan dan toleransi antara umat beragama di desa Sita adalah warisan leluhur yang harus dipertahankan agar tetap terjaga kerlanjutannya, sehingga hubungan toleransi antar umat beragama menjadi bagian terpenting pada keseharian hidup berkeluarga di tengah keberagaman, apalagi toleransi di NTT sudah dikenal di mata nasional dan dunia.

“Kita jaga kebersamaan ini, kita jaga kerukunan ini, jangan sampai ada orang lain dari luar untuk coba masuk memprovokasi dan memecahbelahkan toleransi kita. Keberadaan umat muslim di Kaca ini sangat didukung dan dijaga baik oleh umat non muslim. Umat beda keyakinan merupakan tiang penopang keluarga Muslim Kaca Sita.” ujarnya.

Kata Ustad Ali Fudin, berdirinya Masjid Nurul Iman sangat strategis yakni berada di jalur trans Flores tepatnya di kampung Kaca dan ditengah umat mayoritas, ini cukup unik, hal inilah yang membuat dirinya semangat untuk membangun solidaritas dan memupuk toleransi antar umat beragama di daerah tersebut.

Ustad Ali Fudin juga sering melintasi jalur Trans Flores, dan menjadi momentum permenungan iman ketika melihat Masjid Nurul Iman, sehingga Ustad Ali Fudin merelakan waktu dan membiarkan dirinya mampir hingga bermalam di Masjid tersebut.

Sementara Imam Masjid Nurul Iman Kaca Sita Muhamad Hasim, menjelaskan pembangunan Masjid Nurul Iman Kaca Sita merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Kaca Sita, yang mana Masjid tersebut usianya cukup lama dan berada ditengah masyarakat Kaca Sita, memiliki sejarah dan keunikan tersendiri.

Dikisahkannya, Masjid ini merupakan warisan Nenek Moyang salah satu suku Sita pada zaman dahulu waktu peperangan. Dan Nenek Moyang itu terakhir diasingkan di Dompu Bima.

Seiring berjalannya waktu, Masjid Nurul Iman ini mekar dari Masjid Nur Mohamad Golo Mongkok, dan pada Tahun 1998, umat Muslim di Kaca Sita memulai membangun Mesjid Nurul Iman di kaca Sita, tandasnya.

“Setiap Tahun, sejak 1998, kita mendapat support dan bantuan dari pihak lain termasuk masyarakat sekitar yang berbeda keyakinan,” tutur Husein.

Beberapa waktu lalu, pihaknya didatangi K.H. Ust. Ali Fudin, kedatangannya merupakan berkah bagi umat Muslim Kaca Sita untuk membangun rehab secara total Masjid Nurul Iman, dan hal itu terjadi pada hari ini, ”Saya selaku Imam Masjid menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada K.H. Ustad Ali Fudin bersama rombongan, serta kepada semua tokoh masyarakat, tokoh pemuda lintas agama,” ujarnya.

Pada tempat yang sama K.H Ust. Ali Fudin berharap agar para generasi muda lintas agama selalu menjaga kerukunan dan toleransi yang sudah lama dibangun.

Pantauan media ini, Kamis (12/11/2020) siang, di lokasi kerja pembangunan Masjid Nurul Iman, tampak puluhan pemuda yang turut bergotong royong membangun Masjid Nurul Iman

Tak hanya pemuda Muslim, Orang Pemuda Katolik (OMK) dari Kapela Kaca Sita yang menyebar di kampung Paka sampai Lempos juga turut bahu membahu mengangkat dan memungut material pembangunan Masjid bersejarah tersebut.

Kerukunan pemuda dilintas agama desa sita itu sangat semangat mengangkat kebersamaan.

Ketua Pemuda Paka Lempos Irenius Bambang, mengatakan kerukunan itu telah terjalin sejak silam dan tidak pernah luntur. Baik dalam berorganisasi olah raga, maupun di bidang agama.

“Semua pemuda hari ini yang berasal dari Paka sampai Pesi bersama sama untuk bergotong royong membangun Mesjid yang disupport oleh para donatur,” ungkap Iren.

Tak hanya pemuda Muslim, yang hadir bekerja juga sebagian besar pemuda Katolik. Kita Indonesia, kita Pancasila, kita satu, tutup Iren.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Perwakilan MUI Borong Jamiludin A. Talib, Widi AN. Nasrudin, Danramil 1612 Borong serta Anggota, Kepala Kepolisian Sektor Borong bersama anggota, tokoh masyarakat, tokoh adat, para guru SMAN 1 Borong, Camat Rana Mese, Pemerintah desa Sita dan para orang muda lintas agama Paka Lempos desa Sita. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan