oleh

Tujuh Posko Siaga Corona di Pintu Perbatasan Kabupaten Ngada

-Daerah, Ngada-1.739 views

RADARNTT, Bajawa – Untuk mencegah penyebaran Corona virus disease (Covid-19) ke kabupaten Ngada, pemerintah siagakan tujuh posko di pintu masuk perbatasan.

Berdasarkan data yang diterima media ini, Senin, (30/3/2020), pemerintah kabupaten Ngada telah membentuk 7 posko yakni di kecamatan Riung 2 posko, So’a 2 posko, Aimere satu posko, dan Golewa Raya 2 posko. Dan ditempati tim gabungan yakni Polisi, TNI, Tim Medis, Sat Pol-PP dan pemerintah desa setempat.

Ada dua titik yang menjadi konsen utama tim, karena sebagai pintu masuk kabupaten Ngada yakni di perbatasan kabupaten Ngada dan Manggarai Timur, tepatnya di kelurahan Aimere, kecamatan Aimere dan perbatasan kabupaten Ngada dan Nagekeo, tepatnya di wilayah Paubuku Desa Sarasedu kecamatan Golewa.

Kepala Desa Sarasedu, Reynold Goru kepada media ini mengatakan bahwa setiap hari sejak pagi hingga malam tim selalu berada di posko untuk memantau setiap orang yang masuk ke daerah itu. “Dan saat ini kami sedang berada di posko perbatasan untuk menjaga dan pantau orang luar masuk wilayah Ngada,” katanya via seluler, Senin (30/3/2020).

Dia juga menjekaskan penjagaan ini dilakukan tim gabungan yakni Polisi, TNI, Tim Medis dan pemerintah desa setempat.

“Fokus kami hanya mengecek setiap kendaraan masuk kabupaten Ngada dengan cara diperiksa suhu tubuh setiap penumpang. Upaya ini hanya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona yang kini sudah menyebar luas,” ungkap Reynold Goru.

Sementara itu, di lokasi berbeda yang menjadi titik fokus karena sebagai jalur pintu masuk. Ketika dihubungi media ini, salah satu wartawan yang tergabung dalam tim untuk cegah penyebaran Covid-19 masuk Ngada, Alexsander Nunu mengatakan bahwa tim penanganan penghentian Covid-19 terpadu terdiri dari Polsek Aimere, Koramil 02 Aimere, tim medis Pukesmas Aimere dan Sat Pol-PP kecamatan Aimere sedang melaksanakan tugas pemantauan di posko.

Posko pemantauan dibangun di kelurahan Aimere kecamatan Aimere untuk menjaga jalur masuk dari kabupaten Manggarai Timur dan juga menjaga orang yang keluar masuk melalui pelabuhan Ferry Aimere.

Anggota DPRD kabupaten Ngada, Josef Bei dihubungi terpisah via seluler mengatakan pihaknya akan meminta Bupati Ngada untuk menutup sementara semua pintu masuk ke daerah itu demi mencegah penyebaran virus corona yang dibawa oleh orang dari luar daerah.

“Kami segera meminta Bupati agar lockdown terbatas semua pintu masuk dari akses dan mobilitas orang keluar dan masuk, kecuali angkutan logistik boleh tetap beroperasi,” tegas Ketua DPD Partai NasDem kabupaten Ngada. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan