oleh

Tuntaskan Jalan Kabupaten dan Air Bersih, Edi-Weng Gunakan Skema KPBU dan PEN

-Daerah, Mabar-1.177 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Percepatan pembangunan infrastruktur Jalan Kabupaten dan Sarana Air Bersih sebagai kebutuhan dasar rakyat dan menjadi agenda priortitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat periode 2020-2025, Edistasius Endi dan Yulianus Weng atau EdiWeng, bakal menggunakan kebijakan pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Skema KPBU dan PEN ditempuh untuk mengatasi keterbatasan keuangan yang selama ini mendera pemerintah daerah, karena rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dan ketergantugan yang tinggi terhadap dana transfer pusat.”

Demikian hal ini ditegaskan calon Bupati Edistasius Endi dalam kampanye tatap muka terbatas di Kampung Wae Mata, Labuan Bajo kecamatan Komodo, belum lama ini.

Edi Endi, sapaan karibnya menegaskan, penuntasan infrastruktur jalan kabupaten dan sarana air bersih adalah suatu keharusan bagi pemimpin daerah ini, untuk memberikan akses layanan kebutuhan dasar yang berkualitas bagi rakyat kabupaten Manggarai Barat.

Data Dinas PUPR kabupaten Manggarai Barat, panjang Jalan Kabupaten 1226,89 kilometer, terdiri dari kategori baik 500,95 kilometer, kondisi sedang 146,54 kilometer, rusak ringan 36,44 kilometer, kondisi rusak berat 542,97kilometer.

Pasangan calon Edi-Weng bertekad menuntaskan perbaikan dan peningkatan jalan kabupaten dalam waktu empat tahun, menggunakan pendekatan skema pembiayaan infrastruktur KPBU dan PEN.

Khusus untuk pekerjaan Jalan Kabupaten yang masih dalam kondisi rusak berat, lebih dari 579,41 kilometer atau hampir separuh panjang jalan kabupaten Manggarai Barat, Edi Endi mengatakan akan menggunakan skema pembiayaan program PEN dengan pinjaman tanpa bunga.

“Untuk Jalan Kabupaten, kita pakai dana PEN yang tanpa bunga atau bunga nol persen. Sedangkan pembangunan sarana air bersih pakai pola KPBU karena ada sistem tarif yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” jelas Edi Endi disambut tepuk tangan ratusan hadirin peserta kampanye.

Menurut Edi Endi, kalau jalan dan air bersih dikerjakan dengan baik akan memberikan multi efek bagi perekonomian masyarakat. Karena selama ini kondisi buruknya akses jalan sangat berpengaruh terhadap tingginya harga barang kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar, dan penyebab rendahnya harga jual hasil pertanian masyarakat di desa-desa.

Sarjana Ekonomi jebolan Universitas Katolik Widya Karya Malang ini berharap, melalui intervensi serius menuntaskan seluruh ruas jalan kabupaten dalam empat tahun akan memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di sentra-sentra produksi pertanian, kelautan dan perikanan.

Edi Endi juga menegaskan, untuk membangun sarana air bersih, Edi-Weng bakal menggunakan skema kerjasama dengan badan usaha pola KPBU. Pengelolaan air minum bisa dengan sistem tarif yang dikejasamakan dengan badan usaha.

Sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden (Perpres) 38 tahun 2015 tentang kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.

“Dengan demikian akan lebih profesional dan terjamin kualitas pelayanan sarana air bersih bagi masyarakat,” tegas Edi Endi.

Semua pola kerjasama akan diikat dalam akad kerjasama yang memegang prinsip saling menguntungkan. Dalam jangka waktu tertentu, kata Edi Endi, sesuai kesepakatan setelah lunas pinjaman badan usaha maka seluruh aset akan diserahkan ke tangan pemerintah kabupaten Manggarai Barat. Dan selanjutnya dikelola oleh badan usaha milik daerah yang profesional dengan mengadopsi manajemen perusahaan sebelumnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan