oleh

UPK Cibal Laksanakan LPJ

RADARNTT, Kupang – Menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kegiatan, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai melaksanakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun buku 2019.

Musyawarah berlangsung pada Jumat (28/2/2020), bertempat di Aula Kecamatan Cibal di Pagal, dihadiri 68 utusan dari 17 Desa/Kelurahan, yang terdiri dari unsur: Lurah/Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD dan Tokoh Masyarkat se kecamatan Cibal dan tamu undangan.

Dalam sambutannya Camat Cibal, Henry F. Makanoneng menyampaikan bahwa MAD LPJ UPK wajib dilaksanakan sebagai wujud transparansi dalam pengelolaan Dana dan sekiranya pinjaman Dana bergulir ini dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ditempat yang sama Kepala Dinas PMD Kabupaten Manggarai yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan menyampaikan apresiasi bagi pengurus UPK yang sudah bekerja dengan baik dan kinerja bisa dilihat dari laporannya dimana pencapaian mereka di atas target.

Dalam laporan yang disampaikan Ketua UPK Kecamatan Cibal, Hendrik A. Mujur mengatakan sebagai pengelola punya kewajiban moral dan tanggung jawab atas kegiatan terutama tentang Dana bergulir, “Kami sebagai pengelola punya kewajiban moral untuk melestarikan Dana pemerintah yang dikucurkan melalui program PPK dan PNPM dengan memberikan pinjaman modal usaha bagi masyarakat kecamatan Cibal,” ujarnya.

Menurut dia, pinjaman Dana di UPK sangat membantu masyarakat karena bunga pinjaman sama dengan bunga bank. Namun, mekanisme tidak menyulitkan dan tanpa agunan sehingga sangat membantu masyarakat.

Ia memengatakan, pada tahun 2019 UPK Cibal menyalurkan dana pinjaman ke masyarakat sebesar Rp 4,2 miliar kepada kurang lebih 600 nasabah. Dana pinjaman ini dimanfaatkan untuk penambahan modal usaha ekonomi produktif seperti kios, tenun, pemeliharaan ternak dan usaha holtikultura.

“Dampak dari pemberian modal usaha ini, disamping membuka lapangan kerja juga merangsang masyarakat untuk berwirausaha sehingga dapat menekan angka kemiskinan di kecamatan ini,” kata Ketua UPK yang akrab disapa Hen.

Lebih lanjut, ia mengatakan tetap bekerja keras dan selalu berinovasi agar tingkat pengembalian pinjaman dari masyakat tetap lancar. Pada tahun ini (2019), pengembalian pinjaman sangat bagus yakni sebesar Rp 3,4 miliar, hal ini disamping karena kesadaran masyarakat juga karena peran serta pemerintah.

Seluruh peserta musyawarah menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban pengurus UPK Kecamatan Cibal dengan harapan, kedepanya tetap dikelola secara profesional dan tetap eksis walaupun kompetitor dari lembaga keuangan lain semakin banyak. (UPK/TIM/RN)

Komentar