oleh

Wakil Bupati Agus Boli Minta Buka Pos Pembantu Imigrasi di Larantuka

RADARNTT, Larantuka – Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM NTT dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere untuk membuka Pos Pembantu Imigrasi Kelas II TPI Maumere di Larantuka Kabupaten Flores Timur.

Hal ini disampaikan Agus Boli, ketika membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing tingkat Kecamatan di Kabupaten Flores Timur, bertempat di Aula Hotel Sunrise, Kamis (22/10/ 2020).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Agus Boli mengatakan, dengan terbangunnya kantor Pos Pembantu Imigrasi kelas II TPI Maumere dimaksudkan untuk pendekatan pelayanan di wilayah Kabupaten Flores Timur, karena orang kami Flores Timur pergi ke luar negeri sangat kesulitan untuk memperoleh paspor.

“Mereka harus menunggu di Nunukan dengan biaya jutaan rupiah, sehingga diharapkan agar pada tahun 2021 yang akan datang bisa terbangun Pos Imigrasi di Larantuka yang dilengkapi dengan personil,” pinta Agus Boli.

Sementara menurut Agus Boli, terkait terbentuknya Tim Pengawasan Orang Asing di tingkat Kecamatan di Kabupaten Flores Timur sesuai Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, khususnya pada pasal 69 ayat (1), mengamanatkan agar pengawasan orang asing ini dilakukan secara terkoordinir diantaranya instansi Pemerintah yang terkait dengan orang asing melalui Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) baik di pusat maupun di daerah.

Maka terbentuknya TIMPORA tingkat kecamatan di Kabupaten Flores Timur diharapkan menjadi wadah komunikasi dan koordinasi terhadap deteksi dini Orang Asing yang melakukan pelanggaran karena terbatasnya jarak antara Maumere dengan Kabupaten Flores Timur. Disisi lain terbentuknya TIMPORA untuk mengawasi eksis buruk dari lalu lintas barang jasa demi kebutuhan perekenomian.

“Oleh karena itu, TIMPORA di Flores Timur penting karena di Flores Timur ada beberapa Investor yang sifatnya penanaman modal asing, itu ada di Konga kecamatan Titehena, di kecamatan Wotan Ulomado dan ada beberapa tempat lainnya di wilayah Kabupaten Flores Timur,” tutur Agus Boli.

Selain itu, kata dia, dalam kondisi pandemi seperti ini kita harus bersinergi dalam mengawasi keberadaan dan kegiatan Orang Asing tersebut, jangan sampai ada tumpangan kepentingan seperti terorisme, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) apalagi membawa dampak penyebaran Virus Corona dalam kondisi pandemi seperti ini.

Hari ini juga kita saksikan bersama pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing, tingkat kecamatan di kabupaten Flores Timur, saya mengapersiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, yang pada hari ini telah bersama-sama berkomitmen untuk bahu-membahu bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM khusunya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam melakukan kegiatan pengawasan orang asing.

“Saya yakin dan percaya sinergitas seluruh anggota Tim akan membawa penegakan hukum di bidang Keimigrasian ke tingkat yang lebih baik lagi, yang mampu mendukung berbagai kebijakan Pemerintah, salah satunya fungsi Keimigrasian yaitu sebagai fasilitator penunjang pembangunan ekonomi nasional maupun daerah Kabupaten Flores Timur. Saya juga ingatkan agar TIMPORA dapat menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan ke seluruh publik internal maupun eksternal dengan tujuan agar seluruh lini dapat mendukung gerak dan langkah Tim tersebut. Terima kasih kepada teman-teman Kementerian Hukum dan HAM wilayah NTT, Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Maumere, Kaban Kesbangpol, para Camat, teman-teman tim pengawasan orang asing, mari kita bersinergi membangun bangsa dan negara ini dengan kerja keras, kerja cepat, kerja tepat,” kata Agus Boli.

Sementara Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Amrizal, dalam sambutan mengatakan acara Rapat Koordinasi ini dihadiri anggota Tim Pengawasan Orang Asing kabupaten Flores Timur sebanyak 12 orang, TIMPORA tingkat kecamatan 29 orang, Devisi Keimigrasian kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT 6 orang dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere 10 orang, dengan nara sumber dari Devisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT dan Kepala Kesbangpol kabupaten Flores Timur. Tema rapat Koordinasi ini adalah membangun sinergitas anggota TIMPORA di era New Normal pada masa pandemi Covid-19.

Hadir pada kesempatan ini, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Amrizal, SH.M.H, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Muhammad Wahyuni,S.Sos, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Flores Timur, Andreas Kewa Ama, SH, Tim Pengawasan Orang Asing tingkat Kabupaten Flores Timur, Tim Pengawasan Orang Asing Kecamatan yang terdiri dari Para Camat, Danramil dan Kapolsek se-kabupaten Flores Timur, Pimpinan OPD terkait dan undangan lainnya. (Humas/Flotim/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan