oleh

Walikota Kupang Dialog Bersama Kadin NTT

RADARNTT, Kupang – Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore, hadir dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) NTT di Resto Palapa, Kamis (5/3/2020). Walikota dalam kesempatan berdialog dengan para anggota Kadin NTT yang hadir memaparkan bahwa saat ini sedang berjuang untuk menata Kota Kupang menjadi lebih baik.

Di tahun 2020 ini, Pemkot Kupang akan membangun enam taman lagi. Di antaranya berlokasi di Kelurahan LLBK, di depan Aston, depan Konsulat Timor Leste, Taman Perdamaian, Taman Revolusi Mental dan taman yang berlokasi di depan Kantor Camat Kelapa Lima. Di beberapa titik tersebut disertakan juga tempat untuk usaha kuliner khas NTT yang lebih tertata baik.

Selain taman, Kota Kupang juga sedang membenahi penerangan jalan. Pria yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI itu mengakui diawal masa kepemimpinannya, banyak lokasi di Kota Kupang yang masih gelap, “Saat ini sudah terpasang delapan ribu titik lampu. Masih dibutuhkan sekitar 1890 titik lampu untuk bisa membuat Kota Kupang lebih terang. Patut disyukuri di tahun 2020 ini, Pemkot Kupang mendapat bantuan empat ribu mata lampu dari Kementerian ESDM. Dengan demikian bisa dipastikan kedepan tidak ada wilayah yang gelap lagi di Kota Kupang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pak Jefry, begitu sapaan akrabnya mengatakan Pemkot Kupang juga tahun ini mendapat bantuan CSR dari beberapa perusahaan untuk pemasangan lampu di sejumlah jembatan di Kota Kupang, sehingga kota ini tampak lebih hidup di malam hari. Kota Kupang saat ini merupakan salah satu smart city yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Menurutnya, smart city bukan tentang banyaknya hotspot gratis, tapi soal bagaimana mempermudah masyarakat Kota Kupang terutama dalam pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan teknologi.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi NTT, Abraham Paul Liyanto dalam dialog ekonomi Kadin NTT bersama Walikota Kupang tersebut mengatakan bahwa Kadin Provinsi NTT siap memberikan support untuk pembangunan di Kota Kupang.

Menurut anggota DPD RI tersebut, Walikota saat ini sudah berjuang untuk mewujudkan Kota Kupang yang lebih maju dan modern. Karena itu kepada para anggota Kadin dia mengimbau lewat jejaringnya untuk senantiasa memberikan dukungan kepada Walikota dan jajarannya.

Kadin memberi kesempatan kepada Walikota untuk mempresentasikan kepada para anggota dalam dialog rutin yang akan digelar setiap tiga atau enam bulan sekali, apa saja yang mau dibuat. Ir. Paul A. Liyanto berjanji Kadin NTT siap mendukung secara konkret. “Salah satu contohnya membantu memberikan pelatihan untuk pemberdayaan SDM,” katanya.

Menurutnya sebagai pelaku usaha, Kadin NTT bersyukur mempunyai mitra yang sepemikiran tentang pertumbuhan ekonomi seperti Walikota Kupang saat ini yang juga paham tentang dunia usaha. Dengan demikian mereka yakin Walikota juga bisa menciptakan iklim usaha yang baik seperti proses perizinan yang lebih mudah.

Mans Betekeneng, salah satu anggota Kadin yang juga Wakil Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTT menyampaikan Kota Kupang saat ini bukan hanya sekedar sebagai Ibu Kota Provinsi NTT dan kota transit tetapi juga merupakan pintu gerbang masuk ke NTT. Meski tidak memiliki destinasi wisata alam spesifik, namun warga Kota Kupang bisa memanfaatkan keunggulan ekonomi kreatif sebagai daya tarik wisata. Di antaranya berupa tenun ikat, cindera mata dan oleh-oleh khas NTT.

“Untuk itu, dibutuhkan dukungan pemerintah dengan pengembangan masyarakat lokal supaya tidak mudah tergusur oleh para pengusaha besar,” kata Betekeneng.

Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota DPD RI Perwakilan NTT sekaligus Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe yang turut hadir pada dialog tersebut menyampaikan, saat ini Dekranasda Kota Kupang tengah gencar melakukan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha ekonomi kreatif yang khas Kota Kupang, di antaranya aksesoris dari tulang sapi dan tenun ikat khas bermotif sepe.

Senator asal daerah pemilihan NTT itu mengakui ada banyak mimpi yang ingin diwujudkan di bidang ini, sayangnya mereka kesulitan SDM pendukung yang inovatif seperti desainer produk, ahli IT dan tekstil. “Karena itu mereka sangat mengharapkan dukungan Kadin untuk pembinaan SDM yang dibutuhkan tersebut, sehingga ke depan produk khas Kota Kupang makin dikenal dan mampu menghidupi para pelaku usaha,” kata Manafe.

Dialog ekonomi yang dipandu oleh Ketua Harian Kadin NTT, Theo Widodo tersebut membahas tiga tema pokok, yakni bagaimana membangun pariwisata Kota Kupang, Kupang terang dan bersinar serta Kupang menuju smart city. Turut hadir pada kesempatan tersebut para anggota Kadin NTT yang berasal dari sejumlah asosiasi pengusaha seperti APINDO, APJATI, PHRI, ASITA, REI dan Organda. (Humas Kota Kupang/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan