oleh

Walikota Kupang Perkenalkan Teknik Menaman Air

RADARNTT, Kupang – Memperkenalkan teknik atau cara kerja menaman air yang dikerjakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) CIS Timor dan Yayasan CARE Internasional. Walikota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore, mengajak seluruh Pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah untuk melihat dari dekat Lubang Tanam Air yang sudah dikerjakan di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Rabu (12/2/2020).

Lurah TDM, Imanuel Eliaser Ully, dalam sekapur sirihnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Walikota Kupang bersama seluruh Camat dan Lurah se-Kota Kupang yang hadir melihat langsung karya nyata LSM CIS Timor dan Yayasan CARE Internasional dalam rangka mendukung Gerakan Kupang Hijau yang dicanangkan Walikota Kupang.

“Terkait sumur resapan ini karena ada kerja sama yang baik dari LSM CIS Timor dan Yayasan CARE Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan agar tidak mudah terjadi bencana, TDM sebagai salah satu daerah yang rawan bencana dimusim hujan sangat antusias dengan gerakan ini, hal ini untuk mengurangi genangan air dan menambah penyediaan air bawah tanah di Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur LSM CIS Timor, Buce Ga mengapresiasi Program Walikota Kupang yang telah memberi kontribusi nyata melalui Gerakan Kupang Hijau (GKH), menurutnya selama bertahun-tahun gerakan ini menjadi program yang didorong oleh LSM untuk dikerjakan di tengah masyarakat namun saat ini Kota Kupang menjadikannya sebagai program prioritas.

“Sebagai LSM kami memberi apresiasi karena saat ini kita mempunyai Wali Kota yang menjadikan ini sebagai sebuah gerakan, ada tanam pohon, tanam air dan mengurangi penggunaan sampah plastik,” kata Buce.

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah bersedia menjadi contoh dan menggunakan pendekatan-pendekatan LSM dalam mensukseskan Gerakan Kupang Hijau.

“Harus ada satu langkah yang dimulai, spirit Ayo Berubah merupakan motivasi bagi masyarakat dan spirit ini sering kami gunakan selama bertahun-tahun ada di tengah masyarakat, Kota Kupang merupakan salah satu daerah di NTT yang secara langsung mengadopsi pendekatan yang dilakukan LSM, LSM tidak mungkin menggantikan peran pemerintah, tanggung jawab terhadap masyarakat sepenuhnya milik pemerintah, kami bersyukur karena pemerintah kota memiliki banyak praktek baik yang membanggakan,” ungkapnya.

Akademisi UKAW Kupang, yang juga ahli tanam air, Ir. Zet Malelak, M.S memberi catatan kepada Pemerintah Kota Kupang diantaranya tentang ketahanan air dan udara, gerakan tanam air dan tanam pohon yang sangat bermanfaat dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, dirinya berharap Pemerintah Kota Kupang membuat regulasi terkait gerakan tanam air dan tanam pohon.

“Apakah ada regulasi yang mampu menggiring semua air masuk ke dalam tanah, lalu adakah sejengkal tanah untuk ditanami pohon. Regulasi itu yang saya minta kepada Walikota dan SKPD, saya berterimakasih kepada Walikota yang telah memutuskan hal yang luar biasa, regulasi ini perlu dibangun, Kota Kupang merupakan model di seluruh NTT,” tegas Malelak.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sengaja mengajak lurah dan camat ke lokasi tanam air untuk melihat model lubang resapan yang dikerjakan LSM CIS Timor dan Yayasan CARE Internasional di Kelurahan TDM, “Karena gerakan tanam air ada dalam naungan GKH, oleh sebab itu program tersebut akan membantu masyarakat melalui LSM. Lurah dan Camat diajari, meliahat langsung, supaya LSM dan pimpinan wilayah beri contoh kepada masyarakat, mereka mengerti maksud dari gerakan tanam air melalui pembuatan lubang resapan,” ujarnya.

Sosok yang akrab disapa Jeriko ini mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Care Internasional dan CIS Timor yang turut terlibat dalam kegiatan seperti ini, “tidak semua LSM mempunyai keterpanggilan untuk memberi diri dalam kegiatan yang mempunyai nilai positif, mereka mendukung program utama yang dilakukan pemreintah kota kupang. Gerakan tanam air bukan untuk satu periode masa jabatan namun untuk anak cucu dikemudian hari, sementara LSM hanya berpikir masyarakat bisa hidup 10 atau 20 tahun atau 100 tahun dengan menanam pohon, air dan memperhatikan lingkungan disekitarnya, ini adalah program utama yang akan diperhatikan pemkot kupang,” sambungnya.

Mantan anggota DPR RI ini menekankan pada pemahaman masyarakat Kota Kupang soal gerakan tanam air, “orang selama ini tidak pernah mengerti jika air dibuang percuma ke laut maka saat kita menggali sumur tidak ada air dibawah tanah, pemerintah harus bertanggungjawab untuk hal ini, untuk daerahnya, untuk masa depan anak cucunya. Dirinya meminta Lurah untuk menjalankan program tersebut dengan pembiayaan melalui dana kelurahan, “harus diprioritaskan untuk gerakan tanam air dan tanam pohon, supaya program ini bermanfaat bagi masyarakat dan dana kelurahan berguna bagi wilayah tersebut,” tegas Jefry Riwu Kore. (Lensantt/TIM/RN)

Komentar