oleh

Warga Desa Golo Mbu Belum Terima BLT Dana Desa, Penjabat: Dana Habis

RADARNTT, Labuan Bajo  – Warga Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Flores NTT hingga saat ini belum menerima bantuan langsung tunia (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD). Hal tersebut disampaikan Agustinus Maju, salah satu warga Desa Golo Mbu calon penerima dana desa, Selasa, 7 Juli, 2020.

“Kami belum terima pak, yang lainkan sudah terima itu BLT (bansos, red),” ujarnya.

Agus Maju menjelaskan bahwa sampai sejauh ini puluhan calon penerima bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa belum mendapatkan penjelasan resmi dari Penjabat Kepala Desa.

“Kami juga tidak tahu pak kenapa sampai belum terima. Kami sangat kecewa karena yang lainkan sudah terima. Kami dengar informasi katanya dana belum belum cair dari bank. Kita berharap agar segera dibagi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Kepala Desa Golo Mbu, Yohanes B Agas mengakui bahwa memang pihaknya belum membagikan BLT yang bersumber dari dana desa tersebut. Menurutnya, saat ini Desa Mbu sudaj kehabisan dana. Karena, pencairan dana desa tahap pertama dilakukan pada tanggal 20 Maret 2020 atau sebelum Covid-19.

“Dana desa sudah habis untuk pencairan pertama. Karena belum ada Covid pada saat itu. Kita (Desa Mbu) cair pertama pada tanggal 20 Maret. Kan belum Covid saat itu,” ujarnya.

Adapun jumlah dana pada pencairan tahap pertama yakni 60% atau sekitar 400 juta lebih dari total 700 lebi juta. Menurutnya, dana 400 juta lebi ini sudah terpakai oleh desa untuk penggusuran jalan tani sepanjang 1.200 meter. Selain itu, pengeluaran lainnya pengadaan satu unit mesin traktor, 3 unit mesin rontok, pengadaan material untuk 10 unit bantuan rumah tidak layak huni, dan pengadaan pembibitan 10 ekor kambing. “Sekarang desa sudah tidak ada uang,” ujarnya.

Lebi lanjut, Yohanes B Agas menjelaskan bahwa desa akan memberikan BLT DD tersebut setelah pencairan tahan dua. “Kita sudah data. Totalnya ada 68 orang yang terima BLT dari dana desa. Karena kita baru pencairan 60%,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Desa Mbu justru memiliki utang senilai 30 juta. Utang tersebut setelah adanya Covid-19. Sehingga dalam pengadaan APD, Pengadaan masker, disinfektan, dan uang makan relawan terpaksa harus berutang.

“Pas Covid-19 kita harus berutang karena uang di desa sudah habis. Uang untuk beli APD apalagi yang lain dan makan tim relawan. Kita pinjam uang orang di sini,” ujarnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan