oleh

Warga Desa Oenbit Protes Dugaan Pendobelan Bantuan Covid-19

-Daerah, TTU-394 views

RADARNTT, Kefamenanu – Masyarakat desa Oenbit, kecamatan Insana, Timor Tengah Utara, NTT melakukan aksi protes lantaran menduga terjadi pendobelan bantuan bagi beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Protes disampaikan di hadapan para aparat desa dan seluruh KPM di Kantor Desa Oenbit bertepatan dengan pencairan BLT dana desa Jumat, (29/5/2020).

Maria Sila Tahoni, salah satu penerima BLT dana desa yang manyampaikan protes tersebut. Ia mengatakan ada KPM yang telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) ataupun Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial tetapi juga menerima BLT dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.

“Kami lihat, baru-baru mereka yang terima beras dan telur (BST, red), hari ini mereka terima lagi BLT dana desa. Ini pendobelan, keadilan ada di mana?” ungkap warga Dusun 2 desa Oenbit tersebut.

Maria pun mengungkapkan, sekalipun telah menerima BLT dana desa, ia tidak tega kalau ada ketidakadilan bagi masyarakat lain di desa Oenbit yang seharusnya lebih pantas mendapat perhatian dari pemerintah setempat. “Saya sudah dapat 600 ribu dari BLT dana desa. Tapi saya omong ini karena ada masyarakat, ada janda yang punya KK tersendiri tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Sedangkan ada orang yang masih kuat-kuat, bisa kerja, bisa cari makan sendiri, tapi dapat bantuan,” tuturnya.

Ketidakpuasan pun disampaikan oleh Anselmus Kaesnube, masyarakat Dusun 2 desa Oenbit yang tidak mendapatkan bantuan samasekali, baik BST maupun BLT dana desa. Ansel yang sehari-hari berprofesi sebagai petani dan penjual hasil kebun, merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Namun demikian, ia tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat.

“Saya juga termasuk masyarakat Indonesia. Saya juga punya hak untuk mendapat bantuan karena selama ini kami dilarang untuk bepergian sesuai imbauan pemerintah. Tingkat ekonomi kami lemah. Kami mau cari nafkah setengah mati karena dilarang. Giliran tiba bantuan Covid-19, kami tidak dapat,” ungkap Ansel, ayah dari enam orang anak ini.

Ansel yang juga merupakan salah satu tokoh pemuda desa Oenbit ini, meminta keadilan dari pemerintah. Ia pun mengeluhkan adanya pendobelan bantuan bagi KPM tertentu. “Semoga pemerintah segera ambil jalan tengah, adil, dan memberi bantuan tidak hanya melihat orang-orang tertentu saja. Kami kecewa, kami merasa dianak-tirikan,” ungkapnya.

Di lain pihak, Emanuel Moensaku, masyarakat Dusun 7 desa Oenbit mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah berupaya memberikan bantuan bagi masyarakat. Menurutnya, adanya BST dan BLT sangat membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Namun ia menyayangkan, masih ada masyarakat yang luput dari pendataan.

“Kalau bisa, pemerintah bisa lihat hal ini. Saya sebagai masyarakat, sangat kecewa karena pemerintah desa sepertinya tidak kenal sebagian masyarakatnya,” ungkapnya.

Emanuel pun berharap agar KPM bantuan Covid-19 didata sesuai kriteria-kriteria yang telah termaktub dalam peraturan pemerintah sehingga tepat sasar dan tidak terjadi pendobelan. “Penerima bantuan kan harus sesuai kriteria. Kalau sudah ada yang dapat sembako atau PKH, ya jangan dapat lagi BLT dana desa. Para jompo, janda, duda, dan masyarakat yang memang kesulitan, itu yang harus jadi prioritas”.

Sementara itu, Kepala Desa Oenbit, Marselus Taoe mengatakan, pihaknya tidak memiliki data dobel tetapi justru akan mengalami kekurangan dana karena 35 persen alokasi dana desa untuk BLT sebesar Rp 536 juta lebih hanya cukup untuk tiga bulan bagi 251 KK penerima.

“Saya tidak ada data nama yang dobel, masih kurang ada karena tiga puluhan KK belum masuk. Dan 35% dana desa Oenbit adalah Rp 536 juta lebih dibagikan kepada 251 KK, malah Juli sampe September dana tidak cukup,” kata Kades Oenbit.

Pihaknya akan meminta petunjuk Bupati untuk menambahkan jumlah KK yang belum masuk daftar penerima sekitar tiga puluhan KK, demikian halnya dengan akan terjadi kekurangan dana untuk bulan Juli sampai September. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan