oleh

Yohana Dhaghi Noy tewas terbakar di Nangaroro

-Daerah, Nagekeo-10.318 views

RADARNTT, Mbay – Nahas menimpa Yohana Dhaghi Noy (35) tewas terbakar di rumahnya di dusun Aekana, kelurahan Nangaroro, kecamatan Nangaroro, kabupaten Nagekeo. Sabtu, (4/4/2020), sekitar pukul 11.30.

Dihubungi media ini, Kapolsek Nangaroro Abubekar Li membenarkan peristiwa nahas itu, setelah mendengar informasi pihaknya langsung menuju lokasi kejadian rumah terbakar milik Wilfridus Dena (40).

Sesampai di tempat kejadian, api sudah merambat seluruh bagian depan rumah. Anggota Polsek dan warga setempat berupaya memadamkan api. Namun, karena kekurangan air sehingga api begitu cepat merambat ke seluruh bagian rumah permanen.

30 menit kemudian, mobil mengangkut air dengan menggunakan fiber dan melakukan penyemprotan di rumah tersebut.

Setelah api dapat dipadamkan, anggota dan warga melakukan pemeriksaan di kamar depan. Karena kamar depan tersebut diduganakan untuk menyimpan bensin untuk stok penjualan dan barang jualan lainnya.

“Naas, hasil pemeriksaan tersebut ditemukan mayat korban yang diketahui atas nama Yohana Dhaghi Noy (35) yang dikenal Hasna. Korban adalah istri Wilfridus Dena pemilik rumah tersebut, api begitu cepat merambat sehingga korban tidak bisa diselamatkan,” ungkap Kapolsek Nangaroro.

Berdasarkan keterangan yang terima dari anak almarhumah, Ronaldus Yuniarto Dena (12) mengatakan “Sebelum kebakaran kami bertiga berada di rumah yakni saya (Ronaldus Yuniarto Dena), mama (almarhumah), Natalia (16) kakak,” terang Kapolsek.

Menurut penjelasan Ronaldus anak korban bahwa ibunya berada di dalam ruangan yang berisi bensin dan menyalakan lilin untuk membungkus gula pasir. Ketika ibunya sampai di luar api langsung menyambar bensin dan ibunya kembali masuk ke dalam ruangan itu.

“Saat itu juga, kakak Natalia (16) menarik mama. Namun, bensin yang berada dalam jerigen langsung meledak sehingga api tersebut merambat ke tubuh bagian depan mama dan kakak di bagian kaki. Sehingga, kejadian tersebut nyawa mama tidak bisa diselamatkan,” tutur Ronaldus anak korban, diulangi Kapolsek.

Sementara itu, kata Kapolsek, anak korban Natalia (16) memberikan keterangan saat itu dirinya dan ibunya berada dalam ruangan yang berisi bensin 50 liter sebanyak 6 jerigen jumbo dan lebih dari 20 botol berisi minyak.

“Mama menyalakan lilin sehingga merambat ke bensin dan sambar mama di bagian depan. Api semakin besar sehingga saya dan adik lari menuju jalan negara meminta bantuan warga,” kata Natalia kepada Kapolsek.

Kapolsek Nangaroro juga mengatakan sekitar pukul 13.30 tim melalukan olah tempat kejadian perkara. (FX/RN)

Komentar