oleh

240 Unit Meteran Listrik Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu di Manggarai Timur

-Daerah, Matim-1.090 views

RADARNTT, Borong – Sejumlah 240 unit meteran listrik gratis dibagikan ke tujuh desa di kabupaten Manggarai Timur pada bulan November lalu, demikian disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jusuf A. Adoe, Selasa (05/01/2021) pagi via seluler dari Kupang.

Dikatakannya, di kabupaten Manggarai Timur terdapat tujuh desa yang mendapat bantuan meteran listrik gratis, yakni desa Golo Kantar 70 unit, Gurung Liwut 61 unit, Bangka Kantar 9 unit, Mokel Morid 35 unit, Paan Leleng 22 unit, Golo Tolang 23 unit, dan Golo Ndele 20 unit.

“Di kabupaten Manggarai timur terdapat tujuh desa dan totalnya 240 unit meteran listrik gratis,” ungkap Yusuf.

Disampaikan Yusuf bahwa, bantuan meteran listrik gratis tersebut bersumber dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi NTT tahun anggaran 2020.

Lebih lanjut ia mengatakan, data penerima bantuan meteran listrik diperoleh melalui proses kerja sama pendataan yang diinput pemerintah daerah kabupaten mulai dari pendataan di desa sampai kabupaten.

Yusuf menjelaskan bahwa data nama penerima bantuan meteran listrik gratis itu diterima oleh Dinas ESDM provinsi NTT dari sistem data PLN melalui dinas sosial kabupaten.

“Kami mendapat data penerima bantuan meteran listrik bukan dari DPRD kabupaten atau dari perorangan, tetapi itu data yang di terima dari pemerintah kabupaten melalui dinas sosial dan kami juga melihat fakta di lapangan apakah layak terima atau tidak. Semisal lokasi rumah penerima bantuan meteran listrik gratis sudah pembukaan jaringan listrik atau belum,” terang Jusuf.

Berkaitan dengan vendor yang mengerjakan instalasi, kata Jusuf, ketujuh desa di kabupaten Manggarai Timur itu dikerjakan oleh PT Chrisna Pratama Teknik. “Hingga saat ini, masih dalam proses pengerjaan instalasi,” kata Jusuf.

Kepala Dinas ESDM menegaskan, dalam pemasangan meteran listrik bantuan gratis itu tidak ada pungutan biaya kepada masyarakat penerima bantuan.

“Tidak ada pungutan satu rupiah pun tidak ada dan tidak boleh apalagi sampai ratusan ribu rupiah bagi penerima bantuan, itu murni bantuan gratis,” ujarnya.

Terkait pengawasan pada saat proses pengerjaan, disampaikannya bahwa apabila terjadi hal yang mencurigakan dan ada pungutan mohon untuk berkoordinasi dengan dinas ESDM.

“Sehingga bantuan itu sesuai dengan peruntukannya dan tepat sasaran,” tutup Jusuf.

Menurut beliau penyediaan meteran listrik dari pihak PLN akan dipasang di rumah warga setelah selesai instalasi, hingga saat ini masih proses instalasi.

Sesuai hasil pantauan awak media di Desa Golo Kantar, belum lama ini bahwa sejak bulan November 2020 sudah instalasi 70 rumah warga namun belum pemasangan meteran.

Pengakuan salah satu warga penerima bahwa masih menunggu meteran listrik untuk dipasang, sedangkan instalasi sudah semua dengan satu rumah mendapat satu mata lampu. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan