oleh

50 Unit MCK Mangkrak, Tanggung Jawab Ketua KSM Desa Gaura 

RADARNTT, Waikabubak – Pembangunan fasilitas untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di desa Gaura, kecamatan Laboya Barat, kabupaten Sumba Barat yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tahun 2019 masih terbengkalai.

Kondisi ini mengakibatkan masyarakat belum bisa menggunakan MCK yang merupakan kebutuhan dasar. Sehingga Ketua KSM desa Gaura, Paulus Kula Woda harus bertanggung jawab untuk penyelesaian pekerjaan.

Pantauan media ini di lokasi belum lama ini, terlihat kondisi bangunan 50 MCK yang menghabiskan anggaran sekira Rp150 juta sangat memprihatinkan, bangunan yang ada di rumah warga memang sudah dibangun, namun belum selesai dikerjakan.

Menurut warga setempat yang enggan namanya ditulis saat dimintai tanggapan mengatakan, pembangunan MCK dari tahun 2019 berjumlah 50 unit, tidak serius dikerjakan oleh KSM desa Gaura.

“Karena Ketua KSM desa Gaura Paulus Kula Woda bersama pengerja lainnya setelah menggali tempat tandon, beberapa bulan kemudian Ketua KSM hanya datang simpan tandon di rumah-rumah warga yang mendapat bantuan MCK tersebut dan hanya simpan rangka rumah MCK yang berukuran satu kali satu setengah meter yang rangkanya terbuat dari besi baja ringan dan beberapa lembar seng untuk dinding dan atap MCK,” tutur warga setempat.

Selain itu, sambungnya, satu sak semen (50 kilogram) harus dipakai untuk dua MCK untuk membuka lantai kasar, sementara MCK berukuran satu kali satu setengah meter.

Saat ini, rangka rumah MCK sudah terpasang dan sudah atap serta berdinding seng, namun belum diselesaikan dengan baik seperti MCK yang sebenarnya sehingga belum bisa difungsikan.

Tandon MCK, rangka rumah MCK dari besi baja ringan dan berdinding seng hanya menjadi hiasan di rumah-rumah warga yang mendapatkan bantuan MCK tersebut.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PU kabupaten Sumba Barat, Edyman, yang dihubungi media ini melalui WhatsApp, Selasa (9/2/021) pagi mengatakan untuk tahun anggaran 2019 semua anggaran sudah diberikan kepada Ketua KSM sebagai pengelola di lapangan.

“Tahun anggaran 2019, kami sudah transfer semua anggaran pembangunan MCK kepada Ketua KSM desa Gaura yang berjumlah 50 unit. Besar anggaran untuk satu unit MCK adalah Rp3 juta. Semua bukti transfer kami pegang,” terang Edyman.

Terkait kondisi MCK di desa Gaura saat ini, Edyman menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya untuk menghubungi Ketua KSM agar segera dituntaskan.

“Kami usahakan untuk diselesaikan, saya sudah koordinasi dengan Camat Laboya Barat dan rencana hari Kamis tanggal 11 Pebruari 2021 ada pertemuan dengan Camat Laboya Barat bersama Ketua KSM, Paulus Kula Woda. Rencana hari Kamis ini kami akan panggil Ketua KSM untuk pertanggung jawabkan kegiatan pembangunan MCK dan anggaran. Saya sudah minta Camat Laboya Barat untuk hadirkan Babinsa yang bertugas di desa Gaura,” tutup Edyman.

Awak media masih berupaya menghubungi Ketua KSM desa Gaura, Paulus Kula Woda untuk mendapatkan penjelasan terkait penyelesaian pembangunan 50 unit MCK. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan