oleh

Anggaran Kurang, Dinsos Manggarai Timur Tidak Respon Korban Bencana

RADARNTT, Borong – Dinas Sosial (Dinsos)  kabupaten Manggarai Timur cuman sebatas rasa prihatin dan turut merasakan duka yang dialami oleh masyarakat yang menjadi korban bencana alam, pasalnya dinas yang familiar soal bantuan kemanusiaan itu menjadi kaku dan tidak mampu berbuat sesuatu untuk masyarakat.

Kepala Dinsos Manggarai Timur, Wilhelmus Deo, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (4/2/2021) mengatakan, pihaknya turut berduka atas situasi duka yang dialami masyarakat yang terdampak bencana.

Ternyata Dinsos juga memiliki kegiatan penanganan kebencanaan dan itu salah satu dari lima standar pelayanan minimal (SPM) turunan kementerian.

Deo merincikan kelima SPM itu, yakni penanganan disabilitas, penanganan lansia, penanganan anak terlantar, gelandangan dan pengemis, perlindungan dan jaminan sosial bagi tanggap darurat bencana.

Diceritakannya bahwa pada tahun 2021 Dinsos mengalami pemangkasan anggaran secara besar-besaran, dan hal itu sangat berpengaruh pada progam program seperti penanganan bencana.

Dinsos sangat prihatin dan terharu atas bencana yang dialami masyarakat Manggarai Timur, sayangnya tahun ini Dinsos hanya sebatas prihatin dan terharu, tidak seperti tahun 2020 lalu Dinsos dengan cepat merespon kebutuhan masyarakat terdampak bencana karena dananya selalu siap.

“Untuk saat ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa, mendengar keluhan dari masyarakat terdampak bencana, mau menangis juga ia. Karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan terdesak seperti sembako, dan lainnya.” tuturnya dengan nada sedih.

Anggaran tahun 2021 rupanya sangat-sangat minim sehingga untuk membantu masyarakat pihaknya mengalami kesulitan.

Deo mengaku, walaupun sudah berjuang untuk menyampaikan pada saat rapat dengan DPRD Manggarai Timur, sayangnya gugur dibahas anggaran, sehingga pada tahun ini, Dinsos belum bisa menjawab kepentingan masyarakat terdampak bencana.

Untuk diketahui pada tahun 2020 lalu, Dinsos masih bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana sebesar Rp1.500.000. Dirinya berharap dan pesan kepada masyarakat agar tetap kuat dan jangan putus asa.

Lebih jauh Deo menjelaskan penanganan disabilitas yang merupakan salah satu SPM turunan kementrian dan harus dijalankan, sementara jumlah penyandang disabilitas di kabupaten Manggrai Timur pada tahun 2021 sebanyak 1.347 orang berdasarkan nama dan alamat.

“Pada tahun 2020, dinas telah menjalankan program bantuan untuk 26 orang sebesar Rp2.000.000, sementara pada tahun 2021 dinas sosial sesuai kondisi dana yang ada, kita hanya bisa membantu kaum disabilitas sebanyak 10 orang dan setiap orang hanya mendapatkan Rp1.000.000, hal ini sangat berat sekali rasanya, ya mau bagaimana lagi, anggaran kita sangat minim,” tutup Deo. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan