oleh

Bagaimana Mengakses Test Massal PCR COVID-19 di NTT?

RADARNTT, Kupang – Meskipun Lab Biokesmas Provinsi NTT sudah beroperasi sejak tanggal 16 Oktober 2021, Prosedur Test Massal (Pool Test)- PCR tidak begitu banyak diketahui publik. Untuk itu Forum Academia NTT bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) mengadakang talkshow Obrolan Malam dengan topik “Prosedur Tes Massal (Pool-Test) PCR di Lab Biokesmas Provinsi NTT”. Diskusi ini didukung oleh WHO (World Health Organization).

Diskusi dilakukan pada hari Senin, 22 Pebruari 2021, Pukul 19.30-21.00 WITA. Diskusi yang akan dipandu oleh Lodi Meda Kini dari Forum Academia NTT, akan menghadirkan pembicara antara lain: Fima Inabuy PhD (Ketua Tim Pool Test Lab Biokesmas /Forum Academia NTT), Theodor Bole M.Sc.(Humas Lab Biokesmas Provinsi NTT /Forum Academia NTT), Dr.Jeffrey Yap. (Anggota Tim Pool Test/ Dinas Kesehatan Provinsi NTT) dan Philip de Rozari M.Si., M.Sc., Ph.D (Pengguna Pool Test dan penyintas Covid-19).

“Tes massal gratis yang dibuat oleh Lab Biokesmas Provinsi NTT bertujuan untuk mendeteksi orang-orang yang tidak bergejala tetapi membawa virus COVID-19. Dari hasil tes kami terlihat cukup banyak orang muda yang secara fisik tidak terlihat sakit, tetapi hasil qPCR menunjukkan titer virus yang tinggi. Ini sangat mengkhawatirkan sebab mereka ini jika berinterkasi dengan orang tua yang mempunyai  penyakit bawaan, akibatnya bisa fatal,” ujar Fima Inabuy PhD, Ketua Tim Pool Test Lab Biokesmas Provinsi NTT.

Hingga saat ini sudah lebih dari 6500 sampel swab yang sudah diperiksa dengan tes PCR oleh Lab Biokesmas Provinsi NTT. Pengguna jasanya beragam, mulai dari tenaga kesehatan rumah sakit, dan puskesmas hingga keluarga. “Kami sangat berterima kasih pada adik-adik di Lab Biokesmas Provinsi NTT, karena kami sangat terbantu untuk pemeriksaan tenaga kesehatan di rumah sakit secara massal,” ujar Dokter Yudith Kota, Ketua PERSI NTT.

“Pada awalnya target kami adalah menjaga agar para tenaga kesehatan tidak terinfeksi, sehingga secara berkala kami melakukan tes massal, misalnya untuk para dokter dan perawat di rumah sakit, hingga para laboran laboratorium, bahkan tes massal kami juga menyasar penghuni rumah tahanan kelas 2A Kupang,” kata Theodor Bole M.Sc, staf Humas Lab Biokesmas Provinsi NTT.

Dengan mobil mobile swab yang sudah diperbaiki dari sumbangan warga, Tim Lab Biokesmas Provinsi juga berkeliling menyambangi permintaan tes massal. Awalnya banyak yang antipasti dan ketakutan jika hasilnya positif. “Kami mulai melakukan sosialisasi sejak Bulan November 2020, tetapi itu pun hasilnya baru diperoleh di Bulan Pebruari 2021, karena orang baru mau diswab setelah angka kematian melambung tinggi,” ujar Theo.

Dengan sistem administrasi yang terinci, dan model pendataan yang baik, sistem administrasi berfungsi sebagai filter. “Sistem administrasi di google-form Ini memudahkan para laboran untuk melakukan pengelompokan,” kata Fima Inabuy PhD yang menjadi penggagas Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan