oleh

Begini Komitmen Pemda Manggarai Timur Angkat Derajat Kaum Disabilitas

Spread the love

RADARNTT, Borong – Beberapa Kaum Disabilitas di kabupaten Manggarai Timur mendapat sentuhan kasih dari Pemerintah Daerah (pemda) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Manggarai Timur. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial, Mikael Jaur kepada media ini, Rabu (20/10/2021).

Mikael Jaur menyampaikan bahwa akhir-akhir ini Pemda Matim melalui Dinsos sangat serius menangani persoalan kaum difabel dan disabilitas serta Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selain Kaum difabel, Disabilitas, dan ODGJ, Pemda Matim juga akan menaruh perhatian dan berbagi kasih dengan anak anak terlantar.

” Hingga saat ini kita memiliki 715 anak terlantar dan 643 ODGJ,” tuturnya.

Kata Jaur, mereka juga butuh perhatian dari pihak pemerintah. Pemerintah harus memastikan bahwa mereka sudah terakomodir dalam bantuan darurat seperti bantuan permakanan, sembako dan bentuk lainnya.

“Pada satu bulan terakhir ini kita telah banyak salurkan bantuan kepada keluarga kita yang berkebutuhan khusus seperti difabel, disabilitas dan ODGJ. Bantuan itu saya sendiri juga turun lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada mereka,” tutur Jaur.

Dikatakannya, pada tanggal 15 Oktober lalu, Pemda Manggarai Timur melalui Dinsos menyalurkan bantuan di kampung Laci Wantal, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, atas nama Falentina Numi di kediamannya.

“Pada hari yang sama juga kita telah menyerahkan bantuan kepada anak terlantar, Maria Ayunari Jalil di desa Compang Leda di kecamatan Lamba Leda,” demikian Jaur.

Jaur menambah, tak hanya di kecamatan Lamba Leda, kecamatan Kota Komba Utara dan Kecamatan Borong Juga telah disalurkan. Kata dia, di Kecamatan Borong tepatnya di desa Benteng Riwu, pada 19 Oktober 2021 kemarin.

“Untuk kecamatan Borong, kita telah salurkan bantuan kepada anak terlantar atas nama Enjelo Claret Tanri di desa benteng Riwu. Anak Enjelo adalah anak Piatu, mamanya sudah meninggal, sedangkan Bapaknya tinggalkan mereka dan sekarang anak ini tinggal di neneknya,” tutur Jaur menerangkan.

Ia mengaku, hal yang sama juga terjadi di kecamatan kota Komba Utara. Kadis dinsos yang baru dilantik beberapa bulan lalu itu mengatakan bahwa bantuan serupa juga disalurkan kepada penerima manfaat yang terletak di Kecamatan Kota Komba Utara. ” Di kota Komba Utara bantuan permakanan juga diserahkan kepada kaum disabilitas, Matias Sasar di desa Mokel,” tandasnya.

Setelah Berkunjung ke desa Mokel, Dinsos Matim juga langsung menggelar kunjungan ke kediaman disabilitas, Fransiskus Jehamat di desa Rana Mbata Kota Komba Utara.

Kunjungan tersebut Kata Jaur merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada rakyatnya. Kaum difabel atau Kaum marjinal juga harus dijamin kesejatraannya, tukasnya. Ia menambah, angka disabilitas dan ODGJ di Kabupaten Manggarai Timur mencapai angka kurang lebih 600 jiwa. Kabupaten tentu memiliki kendala di anggaran.

“Kita terkendala keterbatasan dana. Tetapi hal itu tidak membuat kami (Dinsos, red) untuk mati gerak. Kami tetap bergerak. Menjemput bola di pusat. Kita lakukan lobi di pusat untuk nasib disabilitas dan ODGJ,” ungkapnya.

Jaur mengaku bahwa bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Dirjen Rehabilitasi Sosial, pada tahun ini kita dapat 100 bantuan untuk disabilitas dan ODGJ. Hal itu merupakan bentuk perhatian dari Kemensos kepada Matim.

“Kita sangat bersyukur kepada Kemensos melalui Dirjen Rehabilitasi Sosial, sehingga di Manggarai timur kita mendapat perhatian khusus,” tutur Jaur.

Jaur mengaku bahwa untuk menyalurkan bantuan itu agar tepat sasaran, kata dia, sebagai kepala dinas Sosial, ia turun langsung ke lapangan untuk membawa bantuan itu kepada penerima manfaat. Lanjutnya, masih banyak saudara kita yang mengalami ODGJ dan Disabilitas yang harus merasakan sentuhan kasih dari pemerintah.

Upaya memerdekakan kaum disabilitas dan ODGJ oleh Dinsos rupanya disambut baik oleh pemerintah Desa. Kepala Desa Mokel, Vincentius Ran Riwu menyampaikan rasa kegembiraannya atas kunjungan Kadis Dinsos di Desanya.

Kades yang kerap disapa Vincentius itu mengaku bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Pemda Matim yang telah datang lansung meyerahkan bantuan untuk penyandang disabilitas di kampung Teren Dusun Deru Desa Mokel Kecamatan Kota Komba Utara pada hari Selasa 19 Oktober 2021.

“Perhatian Pemda Matim melalui Dinas Sosial Matim sangatlah berarti bagi penyandang disabilitas yg sudah belasan tahun lumpuh akibat stroke berat. Saat itu pula saya mengusulkan pula kepada Pa Kadis untuk memperhatikan juga para ODGJ, Orang Cacat sejak lahir, Lansia yg ada di Desa Mokel,” tuturnya.

Dikatakan Vincentius, data- data dari desa sudah masukan ke Dinsos, kalau memang perlu didata ulang ,pada dasarnya Pemdes Mokel siap untuk melakukan pendataan ulang.

“Sekali lagi terimakasih Pemda Matim, terimakasih Bapak Kadis Sosial atas kepeduliannya,” tuturnya.

Senada dengan Kades Mokel, secara terpisah, melalui sambungan seluler (21/10/2021), Camat Kota Komba Utara melalui Sekertarisnya Hirunimus W.Toi menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial yang telah berkordinasi dengan Kemensos RI.

“Atas nama pemerintah Kecamatan dan seluruh masyarakat kota Komba Utara, saya menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada Dinas Sosial dan Kementerian Sosial yang telah menyalurkan bantuan kepada keluarga Disabilitas dan ODGJ,” ungkap Hironimus.

Ia mengaku bahwa bentuk perhatian pemerintah Pusat melalui Dinsos Matim kepada kaum disabilitas dan ODGJ adalah hal yang luar biasa. Lanjutnya, sebagai pemerintah kecamatan, tentu kecamatan Kota Komba Utara akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk terus mendata masyarakat kaum disabilitas dan ODGJ.

Ia berharap agar program bantuan untuk disabilitas dan ODGJ ini akan terus bergulir setiap tahun. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan