oleh

Bupati Agas Andreas Buka Pelatihan Menulis Karya Ilmiah di SMK Tiara Nusa Borong

RADARNTT, Borong – Bupati Manggarai Timur membuka secara resmi kegiatan pelatihan menulis Karya Ilmiah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Tiara Nusa Borong yang terletak di Desa Golo Kantar Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur Flores NTT.

Kegiatan literasi tersebut diselenggarakan Kamis (18/3/2021) pagi itu dengan tema “Menyambut Generasi Emas NTT 2050, Dengan Meningkatkan Profesionalisme Guru, Bimbingan Teknis Karya Tulis Ilmiah”.

Dalam sambutannya Bupati Agas Andreas mengatakan literasi merupakan gerakan nasional yang telah digelorakan sejak tahun 2015 dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Lanjut Bupati Agas, dalam perkembangannya juga kemudian lahir Gerakan Indonesia Membaca (GIM) yang diinisiasi oleh Dirjen PAUD Dikmas, Gerakan Literasi Bangsa (GLB) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan pada tahun 2016 Kemendikbud membentuk Gerakan Literasi Nasional (GLN); yang bertujuan untuk memayungi, mewadahi dan memfasilitasi GIM dan GLB yang telah terbentuk sebelumnya.

“Literasi adalah kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu. Kemampuan berbicara, menulis dan memecahkan masalah dapat diasah dan menjadi semakin baik dengan banyak membaca,” tutur Pria yang perna menjadi wakil Bupati selama dua periode itu.

Bupati Agas mengatakan, harus diakui bahwa di masa sekarang ini, minat baca generasi muda sangat rendah. Perkembangan tekhnologi dan ketergantungan yang cukup tinggi pada media online dengan beragam informasi yang ditawarkan membuat keinginan, kemauan dan minat membaca buku menurun cukup signifikan.

“Teknologi dengan perkembangannya menawarkan banyak alternatif informasi dan hiburan, orang tua dan para guru mendapatkan tugas tambahan untuk mengawasi dan membantu anak-anak agar mendapatkan informasi yang benar sesuai dengan kebutuhan dan usia,” kata Bupati Agas Andreas.

Membaca buku dalam bentuk apapun, lanjut Bupati Agas menjelaskan, digital maupun buku cetak, akan selalu memberikan sesuatu yang baru bagi perkembangan manusia; bukan hanya anak-anak, itulah mengapa ajakan untuk banyak membaca selalu didengungkan dalam setiap bidang kehidupan.

Bupati Agas mengatakan bahwa literasi harus menjadi sebuah gerakan bersama. Lebih dalam ia menjelaskan bahwa keluarga sebagai “sekolah” yang pertama dan utama bagi anak-anak memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan benih literasi pada anak.

Bupati menjelaskan, sekolah bersama para guru kemudian menyempurnakan dan meningkatkan kemampuan anak-anak dengan metode dan sistem belajar yang telah ditentukan (kurikulum) pendidikan.

“Karena itu saya sebagai Bupati Manggarai Timur mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, khususnya SMK Tiara Nusa yang dengan luar biasa mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan literasi para siswa dan guru dengan melaksanakan bimbingan teknis Penulisan Karya Tulis Ilmiah,” tutur Bupati Agas.

Semoga, kata dia, kegiatan ini akan membawa manfaat untuk semua pihak, selain mendukung Gerakan Literasi secara nasional, yang utama adalah mempersiapkan generasi muda Manggarai Timur yang cakap dan memiliki kemampuan dasar yang baik untuk semua bidang kehidupan.

“Cara terbaik meningkatan kualitas karakter, kompetensi dan kesejahteraan seseorang adalah dengan menanamkan budaya literasi dan cara terbaik untuk menanamkan budaya literasi yang kuat pada seseorang adalah dengan menjadikannya penulis. Karena setiap penulis, secara otomatis sudah melewati tahapan membaca, berpikir dan tentu saja menulis serta berkreasi,” tutup Bupati Agas.

Dari tempat yang sama, dalam sambutannya, Afria Mes, selaku kepala sekolah mengatakan bahwa ia sangat berterima kasih atas kegiatan itu diselenggarakan di sekolah yang ia pimpin. Menurutnya, hal itu sangat luar biasa.

Lebih lanjut Afria mengatakan bahwa lembaga pendidikan Tiara Nusa Borong bisa berdiri kokoh selama kurang lebih tujuh tahun adalah bentuk wujud nyata cinta Tuhan melalui orang orang baik yang dipercaya-Nya untuk turut mendukung lembaga pendidikan ini, baik dari pemerintah pusat sampai di Kabupaten, hal itu sangat kami rasakan.

“Sungguh kami rasakan pada saat ini, salah satu poin dari penerapan program dirjen vokasi yakni SMK pusat unggul. Disini SMK Tiara Nusa juga sedang masuk dalam program ini. SMK sekarang harus membuka diri baik dengan dunia usaha, dunia industri maupun dengan Pemerintah,” tutur Afria.

Afria juga mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas berkenannya Bupati hadir langsung untuk menyaksikan kegiatan yang diselenggarakan di SMK Tiara Nusa Borong. Hal itu, kata Afria, adalah bentuk dukungan langsung. Selain itu katanya, pilihnya SMK Tiara Nusa sebagai satu satunya dari belasan SMK yang menyebar di kabupaten Manggarai Timur untuk menjadi tempat penerapan kegiatan literasi Menyabut Generasi Emas NTT 2050. Dengan meningkatkan profesionalisme Guru, Bimbingan Teknis Karya Tulis Ilmiah, merupakan hal yang sangat luar biasa.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, dan Media Cakrawala NTT yang telah memilih SMK Tiara Nusa sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan ini selama tiga hari kedepan,” tutur Afria.

Sementara itu, sebagai penggerak kegiatan literasi dan juga Pimpinan Umum media Cakrawala NTT, Agustinus Rikarno S.Fil, dari tempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya sangat merasa senang berada di SMK Tiara Nusa. Lanjut ia mengatakan bahwa ditengah situasi pandemi Covid19, Kata Agustinus, kita tidak boleh berhenti bergerak, berkreasi dan berkolaborasi.

Ia mengatakan bahwa media Cakrawala NTT merupakan media pertama yang mengembangkan literasi disetiap sekolah. Dan media ini memiliki visi yang sangat besar, generasi Emas NTT di tahun2050. Generasi yang menentukan NTT dimasa depan.

“Kami dan Bapak Bupati pernah menyerahkan buku berjudul Guruku Hebat, Guruku Sayang, beberapa waktu lalu diaula kantor Buapti. Setelah kami diterimah untuk kenerusuri sekolah sekolah hingga ke pelosok bahkan sampai ke Elar, Elar selatan untuk bertemu sekolah sekolah dengan kegiatan literasi. Setelah itu kami menciptakan buku Guru dan buku siswa,” tutur Agustinus.

Ia menambah, dengan kegiatan literasi terus digencarkan, kita siap mendeklarasikan Manggarai timur sebagai kabupaten literasi pertama di NTT. Lanjut Agustinus, ia telah berkoordinasi dengan beberapa bupati dikabupaten lain sebelumnya. Kata Agustinus, bagaimana mungkin kita mendeklarasikan Literasi, sementara tidak ada produknya. Hal itu kata agustinus, sama saja, tidak di gerak.

“Mimpi kita , bapak ibu guru dari SD, SMP sampai SMA bisa menulis karya ilmiah. Hingga saat ini, masih ada fakta mahasiswa membeli skripsi, pejabat ingin naik pangkat karya tulis ilmiah di beli dari orang lain. Hal itu merupakan minimnya literasi,” terang Agustinus.

Menurut Agustinus, masih banyak potensi di Kabupaten Manggrai timur, seperti cerita rakyat yang harus di tulis untuk mendapat hak paten. Orang lain mengklaim hal itu karena belum memiliki hak paten, tutur Agustinus.

Agustinus mengatakan bahwa hasil dari kegiatan yang diselenggarakan adalah menciptakan buku guru dan buku siswa.

“Setelah kegiatan literasi ini, kita akan mencetak Buku hasil dari literasi ini, lalu kita launching bersama,” tutup Agustinus.

Untuk diketahui, suasana kegiatan yang diselenggarakan tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Terpantau media ini, pada gerbang pintu masuk, seluruh peserta mencuci tangan dan mengenakan hand sanitizer, dan mewajibkan para hadirin mengenakan masker.

Hadir dalam Kegiatan,Bupati Matim, Agas Andreas bersama Rombongan Prokopim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melalui Korwas, Lukas Sumba. Kegiatan melibatkan 30 Orang siswa, dan para Guru SMK Tiara Nusa, kegiatan Berlangsung pada hari Kamis 18 sampai 20 Maret 2021. Pemateri yang memberikan materi dalam kegiatan Agustinus Rikarno S.Fil, Mustakim S.Pd. M.Pd, Rofinus Sengkang S. Fil. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan