oleh

Bupati Alor Resmikan Kecamatan Abad Selatan

-Alor, Daerah-672 views

RADARNTT, Kalabahi – Bupati Alor, Amon Djobo meresmikan kecamatan Abad Selatan yang dipadukan dengan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Camat Abad Selatan, Kamis (11/2/2021) di Buraga. Acara berlangsung dengan aman, tertib, lancar serta mengikuti protokol kesehatan.

Bupati Djobo, saat meresmikan kecamatan dan melantik Camat Abad Selatan menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh masyarakat yang telah memiliki kesadaran dan pemahaman yang tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Terima kasih bapak, mama sekalian, baik di dalam tenda maupun yang mengikuti acara ini dari luar, dengan penuh kesadaran telah mengikuti protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan selalu menjaga jarak, maka hari ini saya (Bupati Alor) bersama bapak Wakil Bupati, hadir untuk meresmikan Kecamatan sekaligus melantik Camat Abad Selatan,” ucap Bupati Djobo.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Ferdy I. Lahal, mengatakan bahwa, ini kegiatan pemerintahan yang mempunyai nilai-nilai kemasyarakatan serta sarat dengan nuansa adatiah, sehingga animo masyarakat di tujuh desa dalam wilayah kecamatan Abad Selatan untuk hadir mengikuti kegiatan ini, sudah pasti sangat tinggi, namun karena pandemi covid-19 maka harus ada pembatasan jumlah orang yang hadir.

“Memang ini kegiatan pemerintahan yang harus dilakukan, tetapi dalam kondisi pandemi Covid-19, maka seluruh rangkaian kegiatan dan jumlah orang yang hadir, harus dilakukan pembatasan sesuai himbauan pemerintah daerah, sehingga hasil akhir yang kita harapkan adalah sukses penerapan protokol kesehatan, sukses peresmian dan pelantikan camat serta yang terpenting adalah tidak ada klaster baru yang terjadi pasca kegiatan ini,” tegas Lahal.

Mengenai jumlah undangan, menurut Lahal, dari tujuh desa di wilayah kecamatan Abad Selatan, diminta masing-masing desa sepuluh orang yang hadir, sedangkan desa-desa tetangga di wilayah kecamatan Alor Barat Daya, masing-masing desa dua orang, dari organisasi perangkat daerah (OPD) hanya delapan yang diundang, itupun OPD yang terlibat secara langsung dengan kegiatan ini. Kemudian sisanya untuk para camat, tokoh masyarakat, tokoh agama sehingga total semua berjumlah 150 undangan.

“Kami juga turunkan satu pleton Sat Polpp, bergabung bersama teman-teman dari Polsek dan Posramil Alor Barat Daya serta Tenaga Medis dari Puskesmas Buraga, sehingga ada sekitar tiga puluh orang lebih, yang khusus untuk pengamanan dan pengaturan penerapan protokol kesehatan,” pungkas Lahal.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Peresmian Kecamatan Abad Selatan, Bernadus Ulnang, mengatakan, semua masyarakat di tujuh desa dalam wilayah kecamatan Abad Selatan, berkeinginan untuk hadir menyaksikan peresmian kecamatan dan pelantikan camat, namun karena pandemi Covid-19 kami batasi jumlah orang untuk hadir.

Menurut mereka (masyarakat,red), kata ulnang, ini pergumulan panjang masyarakat di pantai selatan, selama 17 tahun untuk memiliki kecamatan sendiri, namun baru dalam kepemimpinan Bapak Amon Djobo dan Bapak Imran Duru, mimpi itu bisa terwujud sehingga mereka kecewa kalau tidak bisa menghadiri acara tersebut.

“Kami sudah pesan undangan sebanyak 500 lembar namun karena mendapat perintah dari kabupaten untuk pembatasan jumlah orang, maka kami memangkas hingga sisa 150 orang saja yang diundang,” jelas Ulnang.

Kesuksesan acara ini, tidak terlepas dari kerja keras panitia bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (POLRI), Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOLPP), tokoh agama, tokoh masyarakat serta para tenaga medis dalam mendisiplinkan masyarakat, untuk mengikuti protokol kesehatan.

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, yang hadir pada acara tersebut, langsung memantau situasi dalam tenda utama dan kehadiran masyarakat yang menyaksikan acara peresmian dari luar tenda, untuk tetap menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

Tenda utama dengan daya tampung sekitar 500 lebih kursi, namun untuk menjaga jarak duduk, panitia hanya menyiapkan 150 kursi, yang diatur dua banjar, masing-masing banjar berjumlah 75 kursi. (Adi Masae-PKP/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan