oleh

Bupati Djobo Tegaskan Harus Ada Keberlanjutan Festival Tenun Ikat

-Alor, Daerah-282 views

RADARNTT, Kalabahi – Penyelenggaraan festival Makan Baru Tenun Ikat oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Ternate merupakan ide dan gagasan bagus yang wajib didukung oleh semua pihak agar ada keberlanjutan dari kegiatan ini.

“Kegiatan ini jangan berhenti setelah acara ini selesai, tetapi keberlanjutannya harus dipacu sehingga ide, gagasan yang baik tidak mati,” kata Bupati Alor, Amon Djobo dalam arahannya pada acara Festival Makan Baru Tenun Ikat di Desa Ternate, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Sabtu pagi (27/3/2021).

Lebih lanjut Ia katakan, kegiatan Festival harus terus dilaksanakan karena kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah, serta pemenuhan kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Karena itu, tidak saja kegiatan promosi tenun ikat, tetapi penguatan jati diri para penenun pun harus diperkuat.

Tenun Ikat kata Djobo, merupakan hasil ide dan karya orang-orang tua pendahulu beberapa abad silam yang diwariskan kepada kita hingga saat ini, maka warisan harus terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi penerus kita.

“Para pendahulu dengan pendidikan sederhana tetapi mereka memiliki ide dan  gagasan-gagasan yang sangat baik, dapat menghasilkan karya berupa tenun ikat dengan beragam motif yang indah dan menarik untuk diwariskan kepada kita. Saya harap warisan leluhur ini harus terus dikembang, ditingkatkan dan diwariskan kepada generasi kita,”tutup Djobo.

Pada tempat yang sama Ketua DPRD Alor yang diwakili Komisi I DPRD Alor Drs. Karel Lapenangga mengatakan, upacara Makan Baru Tenun Ikat merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh para penenun Desa Ternate setiap tahun.

Dalam kegiatan ini, para penenun mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil tenunannya, sekaligus menyampaikan kepada Tuhan dan para leluhur bahwa kearifan dan kemampuan yang ditinggalkan oleh para leluhur mampu mereka kembangkan untuk menghidupi diri mereka dan keluarga.

“Dengan hasil tenun masyarakat desa Ternate dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi. Saya atas nama DPRD Kabupaten Alor dan sebagai representasi masyarakat Kabupaten Alor mendukung kegiatan ibu-ibu penenun di desa Ternate,”ujar Lapenangga.

Terkait Festival Makan Baru Tenun Ikat Tokoh Adat Desa Ternate, Bapak Baktiar Luma dalam sapaannya mengatakan,  masyarakat desa Ternate melakukan upacara makan baru tenun ikat setiap tahun dan untuk tahun ini Pemerintah Desa Ternate dan Kecamatan Alor Barat Laut memfasilitasi pelaksanaannya dalam bentuk kegiatan Festival.

Festival ini kata Bapak Luma diawali dengan ritual adat membuang sisa-sisa benang tenunan ke laut oleh ibu-ibu penenun, dengan tujuan untuk membuang segala hal yang buruk ke laut dan membawa kembali hal yang baik atau berguna bagi kehidupan para penenun maupun pemakan kain tenunan mereka.

“Usai ritual tersebut, dilanjutkan dengan parade kain tenun ikat berusia 1 abad oleh kelompok penenun,” tuturnya.

Dikatakannya, terdapat 6 Kelompok penenun yang telah menghasilkan 34 motif tenun ikat. Anggota Kelompok tenun tersebut adalah ibu-ibu dari 8 suku yang ada di desa Ternate.

Untuk diketahui, dalam acara ini Bupati Alor menyerahkan piagam penghargaan kepada 2 orang penenun yaitu Ibu Hulu Leti dan Ibu Romang Mara, yang telah menenun Tenun Ikat Alor selama lebih dari 50 tahun.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Alor, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Alor, utusan dari Kementerian Pendidikan, Tim Designer dari Jakarta dan Bali, sejumkah Pimpinan OPD lingkup Pemda Alor, Kepala Wilayah Pegadaian NTT, para kepala desa/lurah se kecamatan Alor Barat Laut dan sejumlah  tokoh adat/masyarakat Alor Barat Laut. (Eka/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan