oleh

Cegah Covid-19, Kapolres Sumba Barat Tidak Izinkan Kumpul Massa di Pasola Lamboya 

RADARNTT, Waikabubak – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto tidak memberikan izin perkumpulan massa pada saat pelaksanaan ritual Pasola di masa Pandemi Covid-19. Langkah ini diambil oleh Kapolres Sumba Barat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat dan sekitarnya.

Kapolres Irwan Arianto yang ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (12/01/2021), mengatakan bahwa ia tidak memberikan izin perkumpulan massa di hari pelaksanaan Pasola Lamboya yang rencananya akan dilakukan pada bulan Pebruari mendatang, menurut Kapolres langkah ini diambil guna untuk tidak menimbulkan klaster baru setelah pelaksanaan Pasola.

“Saya selaku Kapolres Sumba Barat tidak mengijinkan adanya perkumpulan massa di hari pelaksanaan kegiatan Pasola pada masa pandemi Covid-19 ini. Langkah ini saya ambil guna untuk mencegah terjadinya klaster baru dan juga sesuai maklumat Kapolri bahwa di masa pandemi Covid-19 tidak boleh ada perkumpulan massa dalam jumlah banyak,” terang Kapolres.

Kapolres juga menegaskan bahwa apabila panitia pelaksana Pasola memaksakan untuk melakukan kegiatan Pasola yang mengakibatkan terjadinya kerumunan massa di masa pandemi Covid-19, maka tak segan-segan pihaknya akan menangkap panitia pelaksana.

“Dan saya jadikan sebagai tersangka. Karena telah melanggar Prokes dan juga maklumat Kapolri,” tegas Kapolres Sumba Barat.

“Saya pahami bahwa kegiatan Pasola yang dilaksanakan setiap tahun di pulau Sumba merupakan budaya masyarakat adat di pulau Sumba terlebih khusus masyarakat Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, namun saya lebih mementingkan kesehatan keselamatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang sedang mewabah saat ini,” imbuh Irwan Arianto.

Sampai berita ini diturunkan awak media masih berupaya mengkonfirmasi para Camat, para Rato dan tokoh adat terkait pelaksanaan Pasola Lamboya. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan