oleh

Covid-19 Tak Pengaruhi Investasi di Manggarai Timur

RADARNTT, Borong – Pandemi Corona virus disease 2019 atau Covid-19 tidak berpengaruh negatif terhadap investasi di kabupaten Manggarai Timur. Pasalnya, pada tahun 2020 terjadi peningkatan iklim investasi yang kondusif dan peningkatan sistem pelayanan publik berbasis kearifan lokal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Manggarai Timur, Abubakar, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (9/2/2021) siang, mengatakan kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2020 memiliki jejak prestasi, terbukti dari data pencapaian target yang dihimpun.

“Tentang pengukuran kinerja, ada dua sasaran strategis pertama, meningkatnya iklim investasi yang kondusif dan yang kedua meningkatnya sistem pelayanan publik berbasis kearifan lokal,” kata Abu, begitu ia disapa.

Ia menjelaskan, dari dua sasaran strategis itu, tentu memiliki masing-masing indikator.

Sasaran strategis meningkatkan iklim investasi yang kondusif memiliki indikator, yakni pertumbuhan investor, penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Abu menjelaskan, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Manggarai Timur, untuk tahun 2020 ditargetkan 145 investor dan dalam realisasi mencapai 161 investor.

“Itu berarti pencapaian kita pada tahun 2020 lalu pada saat masa pandemi tetap terjadi kenaikan yang sangat signifikan. Pencapaian kita lebih dari target yakni 161 investor,” terang Abu.

Hal itu, kata dia, terjadi peningkatan pada aspek pertumbuhan investasi di kabupaten Manggarai Timur.

Sementara, indikator kedua dari sasaran strategis pertama yaitu total nilai investasi yang ada di kabupaten Manggarai Timur, pada tahun 2020 ditargetkan nilai investasi sebesar Rp200 miliar, realisasi mencapai Rp758 miliar.

“Pada realisasi, kita mengalami peningkatan nilai Investasi di Manggarai Timur pada tahun 2020, yakni Rp758 miliar, itu terjadi kenaikan berkisar Rp558 miliar dari target,” terangnya.

Abu mengatakan, ada pertumbuhan secara mikro di Manggarai Timur, perputaran uang dari pelaku usaha swasta sebesar Rp758 miliar, terjadi peningkatan Rp558 miliar dari target Rp200 miliar. Hal itu tentu sebuah prestasi.

Sasaran strategis yang kedua, meningkatnya sistem pelayanan publik berbasis kearifan lokal.

Menurut Abu, dari sekian banyak pelayanan, tentu tidak hanya melihat berapa banyak investor dan berapa besar nilai investasi, melainkan pencapaian indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan.

Ia mengatakan, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan berbasis kearifan lokal juga terjadi kenaikan pada realisasi dari target.

“Target sesuai RPJMD kita tahun 2020 nilainya 85, itu terjadi peningkatan nilai kepuasan masyarakat yakni, tambah 5 nilai menjadi 90 total tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan berbasis kearifan lokal,” terangnya.

Berkaitan standar operasional pelayanan, kata Abu, sesuai SOP dalam Peraturan Bupati (Perbup) No.18 tahun 2020 rata -rata pelayanan lima hari kerja. Pelayanan perijinan tentu bervariasi ada pelayanan yang hanya dua hari, tiga hari dan lima hari bahkan lebih.

“Tetapi target RPJMD rata rata lima hari selesai, kita juga capai target,” kata Abu.

Selain itu, pihak Dinas Penanaman Modal, Perizinan dan Pelayanan Satu Pintu kabupaten Manggarai Timur, terus mendorong untuk laporan penanaman modal oleh pelaku usaha yang modal di atas Rp500 juta.

“Pengusaha bermodal di atas Rp500 juta wajib untuk membuatkan laporan. Hal ini bertujuan untuk kita mengetahui perkembangan realisasi investasi dari masing-masing perusahaan,” tandasnya.

Menurut target RPJMD di tahun 2020 ada 25 perusahaan, realisasi 28 perusahaan yang membuat laporan penanaman modal. Terjadi kenaikan 3 perusahaan dari target.

Nilai investasi tersebut, kata Abu, telah berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja  515 pekerja atau 100 persen, melampaui target RPJMD Tahun 2020 sebesar 75 persen atau 386 pekerja.

Berkaitan dengan pencapaian tahun 2021, Abu berkomitmen, tetap mempertahankan prestasi yang ada dan berjuang untuk terjadi peningkatan pencapaian sesuai dengan target RPJMD.

Upaya-upaya sebagai proses pencapaian target akan terus gencar dilakukan. Menurut Abu, upaya itu berupa kegiatan turun langsung ke lapangan, pendekatan pelayanan dan sosialisasi serta penyuluhan kepada masyarakat pelaku usaha.

“Kita juga akan terus melakukan inovasi pelayanan, turun langsung ke pelaku usaha, ada yang mengajukan ijinan baru, atau perpanjang ijinan bagi peserta yang habis masa ijinnya,” terang Abu.

Kepada seluruh stakeholder, Abu berpesan untuk terus promosi potensi-potensi yang ada di Manggarai Timur agar mendapat perhatian dari pihak investor untuk menanam modal atau berinvestasi di kabupaten Manggarai Timur. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan