oleh

Digital Asset Academy Kupang Memajukan Wawasan Digital di NTT

RADARNTT, Kupang – Menteri Komunikasi dan Informatika Jhoni G Plate pada tanggal 16 April 2021 telah meluncurkan gerakan nasional literasi digital.

Gerakan ini menjadi penting karena menurut data bank dunia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kesenjangan talenta digital (digital talent gap) yang cukup besar.

Gerakan ini akan dilakukan secara masif di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan pusat-pusat pengembangan ekosistim digital global di dunia.

Sejalan dengan semangat pemerintah untuk literasi digital ini, maka Digital Asset Academy sebagai pengembang kemitraan ekosistim digital dari Madrid Spanyol yang berkembang cukup pesat di seluruh dunia, kini membuka Training Center DAC di kota Kupang.

“Training Center Digital Asset Academy Kupang merupakan sebuah langkah maju karena dibandingkan dengan regional lain di Indonesia, NTT merupakan regional ketiga yang memiliki training center sendiri selain regional Jawa Timur dan Jawa Barat.” Hal ini diungkapkan oleh Regional Director Digital Asset Academy NTT, Maluku dan Papua Piter Yulianus Pello di gedung Training Center DAC Kupang Jalan Veteran 8 Walikota Kupang, Rabu, 12 Mei 2021.

Dalam kesempatan yang sama beliau juga berharap agar dengan adanya Training Center Digital Asset Academy Kupang, tidak hanya memajukan pemahaman kita mengenai dunia digital tetapi juga membantu masyarakat NTT khususnya para member DAC untuk menjadikan aset digital sebagai salah satu side income (penghasilan sampingan) yang menjanjikan di masa pandemi ini.

“Perlu diakui bahwa selama ini, dalam kesempatan presentasi untuk calon member; salah satu hal yang selalu dipertanyakan adalah apakah ada kantor perwakilan di Indonesia. Maka kehadiran training center ini, tidak hanya menjawabi kebutuhan akan perlunya literasi digital tapi juga untuk menepis berbagai pandangan miring akibat ketidaktahuan mengenai ekosistem digital yang kini telah memiliki lebih dari 30 juta mitra di 200 negara di dunia,” imbuhnya.

Selain itu, kehadiran Training Center ini berfungsi sebagai lembaga pemberdayaan bagi para member khususnya, agar mereka memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai mengenai aset digital yang pada saatnya nanti bisa memberikan informasi yang benar dan seimbang mengenai platform digital yang bernama Crowd1 ini.

Sehubungan dengan pembatasan karena pandemi Covid-19, sosialisasi mengenai franchise digital Crowd1 ini lebih banyak menggunakan media daring. Namun karena menyadari masih banyak member di NTT yang belum familiar dengan penggunaan media daring baik utk zoom meeting maupun training member, maka kehadiran Training Center Digital Asset Academy Kupang kiranya bisa menjawabi berbagai kendala yang dihadapi saat ini.

Training Center DAC yang terletak persis di depan Lippo Mall Kupang ini berlokasi di tempat yang cukup strategis, sehingga sekali waktu apabila ada member dari daerah di NTT yang ingin belajar secara tatap muka mereka akan dengan sangat mudahnya menemukan training center ini.

Rencananya dalam waktu dekat ini apabila situasi sudah memungkinkan maka akan dilakukan peresmian training center ini dengan menghadirkan pendiri Digital Asset Academy sekaligus Coach Internasional Dr. Sulistya Putra. Semoga. (Peter Bolanjawat)

Komentar

Jangan Lewatkan