oleh

Dirjen PPDT Kemendesa PDTT Hadiri Lokakarya Capaian Program Nusatani di Sumba Barat

RADARNTT, Waikabubak – Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Dirjen PPDT Kemendesa PDTT), Eko Sri Haryanto, MM., menghadiri kegiatan Lokakarya Capaian Program Nusatani yang diselenggarakan oleh Surfaid di Kabupaten Sumba Barat.

Menurut Dirjen PPDT, Eko Sri Haryanto, “Program Nusatani sebagai tindak lanjut kerja sama bersama dengan Surfaid pada bulan Agustus 2019 lalu. Program yang digelar oleh Surfaid di Kabupaten Sumba Barat ini merupakan wilayah kerja Kemendesa PDTT karena daerah Sumba Barat ini menjadi wilayah kerja dari Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendesa PDTT.”

Eko menambahkan bahwa tujuan program ini adalah untuk mengurangi get pembangunan dengan pendekatan Nutrition Sensitive Agriculture, meningkatkan sarana prasarana, melakukan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi. Karena untuk membangun daerah tertinggal tidak hanya sendirian, perlu menggandeng pihak-pihak lain untuk bersatu dalam mewujudkan pembangunan nasional.

“Kita perlu berkolaborasi, salah satunya dengan mengembangkan kerjasama secara terkoordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak,” katanya

Eko berharap agar Surfaid dapat mengembangkan ekonomi dari desa-desa melalui program Nusatani.

Untuk diketahui bahwa program Nusatani merupakan salah satu program yang sudah terintegrasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan akses pangan yang sedang dilaksanakan hingga tahun 2025 mendatang antara Kemendesa PDTT dengan Surfaid.

Program NUSATANI yang berkolaborasi antara Kemendesa PDTT dengan Surfaid ini dikucurkan di tiga desa di Kabupaten Sumba Barat tepatnya di Kecamatan Laboya Barat, yaitu desa Patiala Dete, desa Gaura dan desa Wetana.

Adapun kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Surfaid melalui program Nusatani, yakni : Penguatan sistem kesehatan lokal; Optimalisasi peran kebun percontohan;
Penguatan dan pendampingan BUMDES;
Penguatan kerjasama antar desa;
Peningkatan kapasitas pengasuhan dalam keluarga; dan Implementasi cross-cutting issue (gener dan disabilitas) di program kegiatan di lapangan.

Kegiatan Lokakarya Capaian Program Nusatani ini yang diselenggarakan oleh Surfaid, dibuka secara resmi oleh Bupati Yohanes Dade dan dihadiri oleh Direktur Surfaid Dinnia D. Joeadadibrata, Project Manager Nusatani Chandra Nurhasanuddin, Aisyah Gamawati, Koordinator Kelompok Substansi Penyerasian Pembangunan Modal Budaya Swasnita Sihotang, Plt. Sekda Sumba Barat, Asisten III, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan Bonar B. Sinaga, Kadis Pertanian, Kadis PMD, Camat Laboya Barat, Kepala Desa Gaura, yang berlangsung di Aula rumah jabatan Bupati, Senin (3/5/2021). (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan