oleh

Discapilduk Manggarai Timur Sediakan Fasilitas Khusus bagi Penyandang Disabilitas

RADARNTT, Borong – Demi pelayanan prima bagi masyarakat, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten (Discapilduk) kabupaten Manggarai Timur mengembangkan berbagai inovasi pelayanan khusus bagi kaum disabilitas untuk pencapaian target indeks kepuasan masyarakat (IKM) Manggarai Timur.

Kepala Discapilduk Kabupatem Manggarai Timur Robertus Bonevantura, kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/01/2021) mengatakan bahwa, Discapilduk adalah salah satu dinas yang dinilai oleh KEMENPAN-RB yang dalam melakukan pelayanan publik dan kemudian di RPJMD, Discapilduk juga diwajibkan untuk mencapai target indeks kepuasan masyarakat (IKM) Manggarai Timur.

Masih dari Robertus, bahkan hasil dari diskusi dengar aspirasi masyarakat bersama dengan para DPRD, DPRD dengan Capil dalam hal ini pemerintah daerah (Pemda) Manggarai Timur di tahun 2020 merestui untuk menghadirkan gedung ruangan tunggu baru dan fasilitas, sarana dan prasarana yang lengkap didalamnya untuk pelayanan publik yang lebih baik.

“Sangat tidak baik rasanya ketika kita dari kabupaten sangat dilayani dengan baik ketika turun ke desa, sedangkan ketika masyarakat desa pada saat urusan di Capil kita keterbatasan fasilitas. Sehingga dengan lengkapnya fasilitas pelayanan maka akan sangat bagus rasanya,” ungkap Kadis Rober.

Dikatakannya, fasilitas yang disediakan Pemda Manggarai umur di dalam ruang tunggu, menurutnya sangat memuaskan masyarakat. Tentu hal itu merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam mewujudkan pelayanan prima dan target pencapaian indeks kepuasan masyarakat.

“Terdapat sejumlah fasilitas seperti ruang tunggu, toilet umum, dan sejumlah fasilitas lain termasuk kursi roda untuk penyandang cacat,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, Dinas Capilduk tetap fokus pada pelayanan masyarakat degan berbagai inovasi pelayanan. Termasuk menjaga tata krama pelayanan oleh staf tetap ditingkatkan.

Berkaitan masyarakat penyandang cacat atau disabilitas, Robertus mengatakan, dinas Capilduk telah menyediakan fasilitas lengkap dan ruangan khusus.

“Kepada masyarakat Manggrai Timur yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas, dalam proses perekaman data penduduk kita sudah memiliki fasilitas yang baik dan memadai,” ungkapnya.

Terkait pelayanan prima, dikatakan Robertus bahwa sejauh ini, dinas Capilduk Manggarai Timur telah sosialisasi pelayanan melalui jalur offline. Pelayanan offline itu berupa pelayanan menggunakan smart phone dengan jalur aplikasi WhatsApp.

Ia mengatakan pelayanan melalui jalur WhatsApp, para pemohon tinggal mengirimkan data berupa berkhas data keluarga, surat nikah dalam bentuk format pdf. Apabila data itu sudah lengkap, maka dengan sendirinya dalam aplikasi Capil akan mengeluarkan data kependudukan yang dibutuhkan pemohon dalam bentuk format pdf.

“Data itu bisa di print menggunakan kertas HVS dan itu bentuk asli. Karena didalamnya tanda tangan dan stempel dinas dalam bentuk barcode,” ungkap Robertus.

Dengan adanya sistem barcode tersebut, kata Robertus, semua data kependudukan selain KTP tidak perlu lagi untuk di legalisir.

Masih dari Robertus, terkait data penduduk yang terdapat di 5 kecamatan yang terjadi perubahan nama, menurutnya, dinas capilduk Matim telah menyurati kementrian dalam negeri dalam hal ini direktorat jenderal kependudukan dan catatan sipil di Jakarta.

Ia melanjutkan bahwa terdapat tiga(3) kecamatan pemekaran baru yakni kecamatan lamba Leda Utara, congkar dan kecamatan kota komba Utara. Selain itu, terdapat dua kecamatan perubahan nama yakni kecamatan poco Ranaka timur menjadi Lamba Leda timur dan Poco Ranaka menjadi Lamba Leda selatan.

Dikatakan Robertus, berkaitan perubahan data kependudukan dari lima kecamatan itu dinas masih berkomunikasi dengan pihak kementerian dalam negeri untuk mengisi nomor registrasi kecamatan baru itu dalam data aplikasi Siak.

“Kepada masyarakat Matim yang berada di lima kecamatan itu, kita akan mencetak KTP elektriknya setelah pihak kementrian sudah masukan nomor regis kecamatan didalam data Siak. Sehingga nantinya pemohon cetak baru, ganti, atau hilang sekaligus dicetak setelah diinformasikan oleh kementrian,” ungkap Robertus.

Untuk sementara waktu, terkait data kependudukan dari berupa kartu keluarga, akte kependudukan, dikatwkannya bisa dicetak, hal itu katanya disebabkan karena, data itu di print menggunakan kertas HVS. Terkait KTP-el, kata Robertus, dinas Capilduk akan menggunakan surat keterangan (Suket) pengganti KTP.

“Untuk warga kelima kecamatan, kita memang memiliki blangko, namun sangat kasihan sekali kalau setelah dicetak dan masih menggunakan nama kecamatan sebelumnya. Sehingga kita tunggu saja dan kita layani masyarakat ke-5 kecamatan dengan menggunakan surat keterangan pengganti KTP-el,” tutup Robertus. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan