oleh

Ini Kronologi Meninggalnya Pasutri Korban Longsor

RADARNTT, Kupang – Pasangan suami istri (Pasutri) yang tewas akibat longsor yang terjadi pada Senin, (25/01/2021), sekira pukul 05.00 Wita di RT 16 RW 04 kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) kota Kupang disebabkan oleh batu besar yang terguling dari tebing dan menimpa rumah korban.

Tempat tinggal pasutri ini tepat berada di tebing yang cukup miring dan rentan terhadap bencana longsor.

Adriana Snae (28) yang adalah tetangga terdekat kedua korban kepada media ini mengisahkan bahwa pada awalnya dirinya mengira ada gempa.

“Saya kira ada gempa karena ada getaran didekat rumah kami, saat itu sekitar jam 2 atau 3 pagi. Saya belum tidur karena anak saya masih menangis,” kisahnya.

Tak lama berselang, lanjutnya, ada bunyi dentuman keras yang menghantam rumah kedua korban.

“Kami semua lari keluar dan ternyata ada batu besar yang terlepas dan hantam rumah kedua korban,” jelasnya.

Sehabis hantaman batu yang terlepas itu, lanjut Adriana, dirinya sempat mendengar korban pria berteriak minta tolong.

“Yang kami dengar hanya suara suaminya yang minta tolong, sedangkan istrinya tidak terdengar suaranya,” ujarnya.

Kedua korban akhirnya dievakusi oleh warga sekitar dan dilarikan ke Rumah Sakit Leona Kupang, naas kedua korban tak dapat tertolong.

Diberitakan sebelumnya, kedua korban meninggal adalah Paulus Takela (35) dan istrinya Welmince Lakmau (28). (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan